Apel Pagi Bersih Beramal Dorong Pemanfaatan Eks Lapas Bone sebagai Pusat Pelatihan Warga Binaan
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar

WATAMPONE — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone mengikuti kegiatan Apel Pagi Bersih Beramal yang dirangkaikan dengan audiensi bersama Bupati Bone pada pukul 05.50 WITA. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Eks Lapas Bone yang berlokasi di Jalan Merdeka, Kabupaten Bone, Selasa (27/01).
Kegiatan Apel Bersih Beramal ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi antara Lapas Kelas IIA Watampone dan Bupati Bone dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan serta pelayanan publik secara berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, kegiatan juga dimanfaatkan sebagai ajang perkenalan Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, kepada Bupati Bone. Perkenalan ini menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi dan koordinasi yang lebih intensif antara Lapas Watampone dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone.
Keikutsertaan Lapas Kelas IIA Watampone dalam kegiatan yang dipusatkan di kawasan Eks Lapas Bone ini juga merupakan bagian dari upaya membangun kolaborasi lintas sektor sekaligus mendorong optimalisasi pemanfaatan aset negara yang berada di wilayah Kabupaten Bone.
Eks Lapas Bone yang berlokasi di Jalan Merdeka merupakan bangunan peninggalan masa kolonial Belanda yang didirikan pada tahun 1918. Pada masa Hindia Belanda, bangunan ini berfungsi sebagai penjara dan menjadi bagian dari sistem pemerintahan kolonial di wilayah Afdeling Bone. Setelah Indonesia merdeka, bangunan tersebut diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia dan tetap difungsikan sebagai rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan hingga awal 1980-an. Seiring perkembangan kota Watampone dan kebutuhan sarana pemasyarakatan yang lebih memadai, Lapas Watampone kemudian dipindahkan ke lokasi baru di Jalan Laksamana Yos Sudarso KM 4, sementara Eks Lapas Bone menjadi bagian penting dari sejarah pemasyarakatan di Kabupaten Bone.
Dalam audiensi yang berlangsung, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyampaikan dukungannya terhadap rencana penataan dan pemanfaatan Eks Lapas Bone agar dapat difungsikan sebagai sarana balai latihan kerja dan pembinaan warga binaan. Menurutnya, pemanfaatan bangunan bersejarah tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial.
“Bangunan ini memiliki nilai sejarah yang tinggi dan potensi besar untuk dimanfaatkan kembali secara produktif. Ke depan, kami berencana menjalin koordinasi lebih lanjut, termasuk pertemuan dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, agar Eks Lapas Bone dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan dan pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan,” ujar Bupati Bone.
Sejalan dengan pembahasan tersebut, Bupati Bone juga menyampaikan bahwa rencana penataan Eks Lapas Bone diarahkan untuk mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial, sekaligus mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali dan berperan aktif di tengah masyarakat. Penataan ini diharapkan dapat memperkuat fungsi pembinaan melalui pendekatan keterampilan dan kemandirian.
Rencana penataan Eks Lapas Bone tersebut mencakup penyediaan fasilitas pendukung seperti ruang belajar, ruang kerja, dan sarana olahraga, serta pelibatan berbagai pihak terkait, termasuk lembaga swadaya masyarakat dan dunia usaha, dalam pelaksanaan pelatihan keterampilan serta pembukaan peluang kerja bagi warga binaan.
Menindaklanjuti rencana tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, menyampaikan bahwa optimalisasi pemanfaatan Eks Lapas Bone perlu dilakukan secara bertahap dan terencana dengan memperhatikan kondisi fisik bangunan yang ada.
“Kami sangat mendukung rencana pemanfaatan Eks Lapas Bone sebagai pusat pelatihan dan pembinaan warga binaan. Namun tentu diperlukan penataan dan renovasi agar bangunan ini dapat digunakan secara optimal tanpa menghilangkan nilai historisnya,” ujar Rahnianto.
Selain pembahasan terkait pemanfaatan Eks Lapas Bone, dalam pertemuan tersebut juga dibahas kebutuhan peningkatan sarana pendukung di Lapas Watampone yang saat ini beroperasi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan pemasyarakatan secara menyeluruh.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Watampone menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan, pembinaan warga binaan, serta peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan di Kabupaten Bone.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar