HAPUS TATO GRATIS RUTIN DIGELAR, RUTAN MAKASSAR FASILITASI WARGA BINAAN MENUJU PERUBAHAN POSITIF
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Sab, 20 Jun 2026
- visibility 43
- comment 0 komentar

Makassar – Rumah Tahanan Negara Kelas I Makassar kembali melaksanakan program Hapus Tato Gratis sebagai salah satu inovasi pembinaan bagi warga binaan. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan ini menjadi bentuk komitmen Rutan Makassar dalam mendukung proses perubahan diri warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat. Sabtu (20/6)
Sebanyak **50 warga binaan** mengikuti kegiatan kali ini, yang terdiri dari **35 peserta laki-laki** dan **15 peserta perempuan**. Program tersebut mendapat dukungan penuh dari **Kepala Rutan Kelas I Makassar, Jayadikusumah**, sebagai bagian dari upaya pembinaan yang berorientasi pada pemulihan kepercayaan diri dan perubahan perilaku warga binaan.
Kepala Rutan Kelas I Makassar, **Jayadikusumah**, mengatakan bahwa program hapus tato merupakan salah satu bentuk pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperbaiki diri secara lahir maupun batin.
Kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan yang memiliki niat untuk berubah. Program hapus tato ini bukan hanya menghilangkan tinta di kulit, tetapi juga menjadi simbol semangat meninggalkan masa lalu dan memulai kehidupan baru yang lebih baik. Semoga setelah bebas nanti, mereka dapat kembali ke masyarakat dengan rasa percaya diri yang lebih baik,”* ujar Jayadikusumah
Sementara itu, Pembina Mahtan, **dr. Muh. Ihsan Kitta, Sp.OT**, menuturkan bahwa program hapus tato yang rutin dilaksanakan setiap bulan ini sangat membantu warga binaan. Menurutnya, proses penghapusan tato dilakukan secara **bertahap** dan tidak dapat selesai hanya dalam satu kali tindakan. Dengan mengikuti program ini secara konsisten, diharapkan saat warga binaan menyelesaikan masa pidananya nanti, tato pada tubuh mereka dapat berkurang bahkan hilang.
Melalui program ini, Rutan Kelas I Makassar terus menghadirkan pembinaan yang humanis, berkelanjutan, dan berorientasi pada perubahan positif warga binaan sebagai bekal untuk kembali diterima di tengah masyarakat.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar