Warga Lorong 55 Kecewa Gundukan Jalan Dibongkar Tanpa Pemberitahuan Dibuat demi Keamanan Anak,
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Kam, 16 Jul 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar

Makassar – Warga Lorong 55 Jalan Sungai Limboto, Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, kecewa atas pembongkaran gundukan jalan yang dilakukan oknum mengatasnamakan pemerintah setempat.
Pembongkaran itu dinilai merugikan warga dan menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya risiko kecelakaan, terutama bagi anak-anak yang kerap melintas di wilayah tersebut.
Salah seorang warga, R, mengaku kesal atas tindakan pembongkaran tersebut. Ia menegaskan tidak ada sosialisasi maupun pemberitahuan sebelumnya kepada warga.
“Kami tidak diberitahu apa-apa bahwa itu mau dibongkar. Kalau ada warga yang mengeluh, warga mana? Di sini tidak ada warga yang mengeluh,” ucapnya saat ditemui di lokasi, Kamis (16/7/2026).
R juga menjelaskan, pembuatan gundukan jalan tersebut sebelumnya sudah mendapat izin dari pihak kelurahan. Dana pembuatannya pun berasal dari swadaya warga.
“Kami sudah minta izin dan diizinkan untuk bikin, kok tiba-tiba dibongkar dan tidak ada pemberitahuan. Itu bikin gundukan pakai uang pribadi kami,” tegasnya.
Menurut R, keberadaan gundukan jalan atau polisi tidur sangat membantu menekan kecepatan kendaraan yang melintas. Hal itu penting mengingat di lorong tersebut sering terjadi kasus anak tertabrak.
“Sangat membantu ini polisi tidur, karena bisa membantu mengurangi kecepatan kendaraan yang lewat. Apalagi di sini kerap anak-anak ditabrak,” pungkasnya.
*Lurah dan Camat Beri Tanggapan Berbeda*
Menanggapi hal tersebut, Lurah Lajangiru, Rano Karno, menyebutkan pembongkaran dilakukan karena adanya laporan aduan masyarakat melalui aplikasi Lontara.
“Iye masalahnya itu banyak laporan masuk di Lontara. Sudah pernah ada izin pembuatan polisi tidur. Minta maaf bos, nah saya lagi ikut ini pelatihan,” sebutnya.
Sementara itu, Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, mengaku akan menelusuri lebih lanjut terkait pembongkaran tersebut.
“Iye pak, saya teruskan dulu ke pak lurah,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian dari pihak kecamatan maupun kelurahan terkait solusi atas keluhan warga.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar