Maknai Iduladha dengan Keikhlasan, Lapas Watampone Tebar Kepedulian Melalui Kurban
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar

WATAMPONEN — Momentum Hari Raya Idul adha 1447 Hijriah dimaknai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone dengan melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai wujud kepedulian, rasa syukur, dan pengamalan nilai-nilai keikhlasan serta pengorbanan, Rabu (27/05).
Kegiatan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di halaman depan Lapas Kelas IIA Watampone dan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, bersama pejabat struktural dan pegawai. Kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan penuh semangat gotong royong.
Pada pelaksanaan kurban tahun ini, Lapas Kelas IIA Watampone menerima dan menyiapkan sebanyak lima ekor hewan kurban yang terdiri atas empat ekor sapi dan satu ekor kambing. Adapun hewan kurban tersebut berasal dari partisipasi berbagai pihak, yakni satu ekor kambing dari Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, satu ekor sapi dari Bupati Bone, serta tiga ekor sapi dari pegawai Lapas Watampone.
Dari total hewan kurban tersebut, pada hari pertama pelaksanaan telah dilakukan penyembelihan terhadap dua ekor sapi dan satu ekor kambing, sedangkan dua ekor sapi lainnya dijadwalkan untuk disembelih pada hari berikutnya. Pelaksanaan secara bertahap dilakukan guna memastikan proses penyembelihan, pengolahan, dan pendistribusian daging kurban dapat berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai syariat Islam.
Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Bone atas perhatian dan dukungannya melalui bantuan satu ekor sapi kurban kepada Lapas Watampone.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Bupati Bone atas bantuan satu ekor sapi kurban yang diberikan kepada Lapas Watampone. Kepedulian ini menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti, tidak hanya bagi petugas tetapi juga bagi warga binaan yang turut merasakan kebahagiaan dan keberkahan Iduladha,” ujar Rahnianto.
Menurut Rahnianto, pelaksanaan kurban tidak hanya menjadi bagian dari ibadah, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan nilai-nilai sosial yang positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Kurban mengajarkan bahwa kebahagiaan akan terasa lebih bermakna ketika dapat dibagikan kepada orang lain. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama, sehingga nilai-nilai tersebut dapat terus mereka bawa dalam kehidupan bermasyarakat nantinya,” tambah Rahnianto.
Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan kurban juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara petugas dan warga binaan. Semangat gotong royong yang tercipta selama proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban mencerminkan nilai-nilai sosial yang terus ditanamkan dalam proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
Seluruh rangkaian kegiatan penyembelihan hewan kurban pada hari pertama berjalan dengan tertib, aman, lancar, dan kondusif. Melalui kegiatan ini, Lapas Watampone berharap nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi yang terkandung dalam ibadah kurban dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari proses pembinaan bagi warga binaan maupun petugas.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar