MEMBANGUN LAYANAN KESEHATAN BERKUALITAS, RUTAN MAKASSAR JADI RUJUKAN STUDI TIRU AKREDITASI KLINIK
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Kam, 23 Jul 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar

MAKASSAR – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar menerima kunjungan Tim Penggerak Pemenuhan Standar Akreditasi Klinik Lapas Kelas IIB Maros dalam rangka studi tiru dan berbagi praktik baik mengenai pemenuhan standar akreditasi klinik. Kegiatan yang berlangsung di Klinik Pratama Dr. Sahardjo Rutan Kelas I Makassar ini menjadi wadah memperkuat sinergi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan yang profesional, aman, dan sesuai standar akreditasi.
Rombongan menerima pemaparan materi dari drg. Handayani Ali, dilanjutkan dengan diskusi interaktif serta peninjauan langsung terhadap sarana dan prasarana pelayanan kesehatan. Selama proses studi tiru, seluruh Tim Klinik Pratama Dr. Sahardjo di bawah koordinasi dr. Wahidah Djalil, selaku Ketua Tim Dokter Klinik turut mendampingi peserta dengan memperlihatkan implementasi standar akreditasi pada setiap unit layanan.
Antusiasme peserta tampak dari aktifnya petugas Lapas Kelas IIB Maros berdiskusi, bertukar pengalaman, dan menggali praktik-praktik baik yang telah diterapkan di Rutan Makassar.
Kepala Seksi Pengelolaan Rutan Kelas I Makassar, Rustanto, mengatakan bahwa studi tiru merupakan sarana memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.
“Pemenuhan standar akreditasi merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh tim,”* ujarnya. Senada dengan itu, Kepala Subseksi Administrasi dan Perawatan, Jessica Iskandar, menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan upaya memastikan setiap pelayanan kesehatan diberikan secara aman, efektif, dan sesuai standar.
Sementara itu, drg. Handayani Ali mengajak seluruh peserta untuk terus melakukan perbaikan melalui budaya mutu. “Akreditasi bukan sekadar memenuhi standar, tetapi tentang keberanian keluar dari zona nyaman untuk terus belajar, berbenah, dan berkembang,” ungkapnya.
Perwakilan Tim Penggerak Pemenuhan Standar Akreditasi Klinik Lapas Kelas IIB Maros menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Rutan Makassar dalam berbagi pengalaman dan praktik baik.
“Kami memperoleh banyak pembelajaran yang dapat menjadi bekal dalam proses pemenuhan standar akreditasi di Lapas Maros. Apa yang kami lihat di Rutan Makassar menjadi referensi yang sangat bermanfaat untuk kami terapkan di satuan kerja,” ujarnya.
Kegiatan studi tiru ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menumbuhkan budaya mutu di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui semangat saling belajar dan berbagi pengalaman, setiap UPT diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin profesional, terstandar, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Rutan Kelas I Makassar berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, akuntabel, serta sejalan dengan transformasi pelayanan publik di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar