Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum & Kriminal » Hukum » Terdakwa Perkara Skincare Jalani Sidang Perdana Di Pengadilan Negeri Makassar, Mira Hayati Ditunda Karena Alasan  Sakit

Terdakwa Perkara Skincare Jalani Sidang Perdana Di Pengadilan Negeri Makassar, Mira Hayati Ditunda Karena Alasan  Sakit

  • account_circle Sorotan Rakyat
  • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
  • visibility 255
  • comment 0 komentar

KEJATI SULSEL, MAKASSAR — Pengadilan Negeri (PN) Makassar mulai menggelar sidang perdana perkara kasus skincare yang mengandung merkuri atau bahan berbahaya. Ada 3 terdakwa dalam kasus ini, Agus Salim alias H. Agus bin H.Babaringan Dg Nai (40 tahu), Mustadir Dg Sila (42 tahun) dan Mira Hayati alias Hj. Mira Hayati (29 tahun).

Pada hari pertama, Selasa (25/2/2025) berlangsung sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan untuk terdakwa Agus Salim (40) di Ruang Sidang Ali Said PN Makassar. Sementara satu terdakwa lainnya Mira Hayati (29) ditunda karena absen alasan kesehatan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi mengatakan saat ini Mira Hayati masih dalam perawatan di RSUP Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar.

“Pada sidang berikutnya terdakwa Mira Hayati akan dihadirkan. Majelis Hakim sudah memerintahkan terdakwa Mira Hayati dihadirkan pada sidang hari Selasa (4/3/2025),” kata Soetarmi.

Soetarmi menyebutkan pada hari ini, Rabu (26/2/2025) dilaksanakan sidang perdana untuk terdakwa Mustadir Dg Sila di Ruang Sidang Mudjono SH pada PN Makassar. Sidang diagendakan pada pukul 10.00 WITA sampai selesai.

Pada sidang perdana kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulsel menjerat Agus Salim yang merupakan pemilik atau owner brand Ratu Glow dan Raja Glow dengan Pasal 435 jo Pasal 138 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Atas dakwaan tersebut, Agus Salim terancam hukuman pidana penjara maksimal 12 tahun atau denda hingga Rp5 miliar. Usai pembacaan dakwaan, terdakwa Agus Salim menyatakan tidak akan mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa.

Hakim kemudian menutup sidang perdana dan menyampaikan bahwa sidang selanjutnya dengan agenda pembuktian atau pemeriksaan saksi-saksi akan digelar pada Selasa (4/3/2025) pukul 09.00 WITA.

Untuk terdakwa Mustadir Dg Sila, JPU menjerat terdakwa dengan Pasal 435 jo Pasal 138 Ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Mustadir Dg Sila diancam pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak 5 miliar rupiah. Selain itu, Mustadir Dg Sila juga didakwa melanggar Pasal 62 Ayat (1) Jo. Pasal 8 Ayat (1) huruf a Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Yang diancam pidana paling lama 5 tahun penjara atau denda paling banyak 2 miliar rupiah.

Sementara, terdakwa Mira Hayati (29 tahun) yang merupakan Direktur Utama Agus Mira Mandiri Utama didakwa Pasal 435 jo Pasal 138 Ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Mira Hayati diancam pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak 5 miliar rupiah.(*)

  • Penulis: Sorotan Rakyat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahir Baca Alquran, Warga Binaan Lapas Takalar Rutin Ikuti Pembinaan

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Takalar - Program pembinaan berantas buta aksara Alquran bagi warga binaan menjadi salah satu program unggulan di Lapas Takalar. Pembinaan ini diharapkan bisa membentuk karakter warga binaan, memperbaiki diri dan tidak melakukan tindak pidana ketika kembali ke masyarakat. Kepala Lapas Takalar, Mansur, mengatakan jika program pembinaan ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi warga binaan, khususnya peningkatan […]

  • Perkuat Sinergi, Rutan Pangkep Terima Kunjungan Kepala Bapas Makassar

    • calendar_month Kam, 8 Okt 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 53
    • 0Komentar

    PANGKEP — Kepala Rutan Kelas IIB Pangkep menerima kunjungan Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar dalam rangka koordinasi terkait pelaksanaan program integrasi sosial bagi warga binaan, Selasa (6/10). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Rutan Pangkep dan Bapas Makassar, khususnya dalam mendukung proses reintegrasi warga binaan agar dapat kembali ke lingkungan […]

  • Momen Haru di Balik Jeruji: Rutan Pangkep Fasilitasi Prosesi Akad Nikah Warga Binaan

    • calendar_month Ming, 15 Feb 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 228
    • 0Komentar

    PANGKEP — Dinding jeruji besi tidak menjadi penghalang bagi seorang warga binaan di Rutan Kelas IIB Pangkep untuk menunaikan janji suci pernikahan. Pada hari ini, Sabtu (14/2) suasana khidmat menyelimuti Aula Ngusman Rutan Pangkep saat prosesi akad nikah dilangsungkan dengan penuh haru. Acara yang dimulai pada pagi hari ini menghadirkan penghulu dari Kantor Urusan Agama […]

  • Pemenuhan Kebutuhan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Kelompok Usia Rentan di Rutan Kelas I Makassar

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Makassar- Rutan Kelas I Makassar terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga binaan pemasyarakatan, termasuk kelompok usia rentan seperti lansia. Pemenuhan kebutuhan khusus bagi mereka menjadi perhatian serius, mengingat kondisi fisik dan psikologis yang berbeda dengan warga binaan pada umumnya. Senin, (25/8). Berbagai langkah dilakukan, mulai dari penyediaan layanan kesehatan yang rutin dan terukur, […]

  • Pengukuhan Satops Patnal Mewujudkan Komitmen Nyata Dalam Pengelolaan Pemerintahan Yang Bersih dan Berwibawa

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Makassar — Dalam upaya memperkuat integritas dan meningkatkan pengawasan internal di lingkungan pemasyarakatan, Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan resmi dikukuhkan pada 1 April 2026. Pengukuhan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta bebas dari praktik penyimpangan. […]

  • Diduga Tidur, Polres Gowa Lamban Tangani Laporan Polisi Kwitansi Palsu Mantasia Daeng Taco

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 139
    • 0Komentar

    GOWA — November 2025, Penanganan kasus dugaan pemalsuan kwitansi jual beli tanah yang dilaporkan oleh Mantasia Daeng Taco sejak 8 Desember 2021 di Polres Gowa dinilai lamban dan tidak transparan. Hingga kini, hampir empat tahun berlalu, perkara tersebut tak kunjung menemukan titik terang dan bahkan diduga “tidur di meja penyidik.” Laporan polisi dengan nomor LP/B/1355/XII/Res.1.9/2021/SPKT/Polres […]

error: Content is protected !!
expand_less