Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Perbedaan Argument Kanwil Ditjenpas Sulsel dan Lapas Bulukumba Soal Pembakaran Pakaian Napi

Perbedaan Argument Kanwil Ditjenpas Sulsel dan Lapas Bulukumba Soal Pembakaran Pakaian Napi

  • account_circle Sorotan Rakyat
  • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
  • visibility 82
  • comment 0 komentar

MAKASSAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan dan Lapas Kelas IIA Bulukumba berbeda pendapat terkait pembakaran pakaian dan kasur milik warga binaan pemasyarakatan yang melakukan pelanggaran.

Dimana sebelumnya, Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, Akbar tak menampik adanya tindakan pembakaran pakaian milik warga binaan, namun menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penertiban dan pembersihan lingkungan hunian narapidana.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan Rudy F. Sianturi mengatakan, pembakaran itu merupakan bagian pembersihan pakaian napi yang sudah tidak digunakan.

“Setelah saya telpon Kalapas mereka itu melakukan pembersihan banyak pakaian kotor dan pakaian yang tidak terpakai, jadi mereka bersihkan kalau tidak layak dipakai akhirnya dibakar mereka agar tidak menjadi penyumbang kuman disana, kemudian diserahkan baju-baju baru yang disiapkan lapas,” sebutnya, Kamis (24/7/2025).

Ia tak menampik, setiap lapas di Sulawesi Selatan memiliki Sel pengasingan yang tujuannya untuk para warga binaan pemasyarakatan yang melakukan pelanggaran.

“Setiap lapas itu memang ada sel pengasingan, bagi napi yang melanggar peraturan sesuai undang-undang Permasyarakatan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Salah seorang narapidana berinisial R membeberkan hal tersebut. Ia mengaku melihat rekannya ditempatkan kedalam “sel merah” selama dua bulan sebelum akhirnya dipindahkan ke Lapas Bone.

“T Pak yang dimasukkan kedalam sel merah selama 2 bulan, sampai stres hampir dia tikam itu petugas sebelum dipindahkan ke Lapas Bone, kemudian pakaian dan kasurnya itu dibakar juga sama petugas,” katanya, Senin (21/7/2025).

Menurut R, akibat insiden itu T selain stres dirinya juga tak memiliki pakaian sehingga para napi harus membantu pakaian terhadap napi tersebut.

Ia juga menyebut bahwa kejadian serupa turut dialami oleh beberapa narapidana lain, seperti T, V, I, H, dan G.

“Jadi terpaksa kita napi yang sumbangkan pakaian karna tidak ada pakaiannya, karna dibakar,” tuturnya. (Tim)

  • Penulis: Sorotan Rakyat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • How Emerging Markets Are Shaping the Global Economy

    • calendar_month Ming, 29 Agu 2021
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 71
    • 0Komentar

    The recent trade agreement between Iskera and Nolinia marks a historic milestone, aiming to boost economic stability and resilience in times of crisis. This pact brings strategic cooperation and unprecedented exchange opportunities, offering both countries a path toward economic growth and prosperity. Trade policies designed to adapt to current market demands and challenges are fundamental […]

  • Suara Adzan dari Balik Rutan: Langkah Kecil Menuju Keimanan yang Lebih Baik

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 61
    • 0Komentar

    MAKASSAR — Warga Binaan Rutan Makassar Antusias Ikuti Lomba Adzan Rutan Kelas I Makassar menggelar kegiatan lomba adzan yang diikuti oleh warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian berbasis keagamaan. Kegiatan ini disambut dengan penuh antusias—terlihat dari tingginya minat, kesungguhan peserta, serta kekhidmatan dalam melantunkan adzan dengan tartil dan penghayatan. Selain memperkuat spiritualitas, salah satu […]

  • Ibadah Khusus Warga Binaan Lapas Sungguminasa Jelang Natal Berlangsung Khikmad

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 120
    • 0Komentar

    GOWA — Menjelang perayaan Hari Natal, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Sungguminasa menggelar kegiatan ibadah khusus bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen di Gereja Lapas. Ibadah berlangsung khidmat dan penuh sukacita, dipandu langsung oleh pelayan firman dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jemaat Makassar, Pendeta Telly Aldi Wangkay, Kamis (11/12). Sejak pagi, para WBP tampak antusias […]

  • Cacat Administrasi Berkas TPPU Sulfikar, ACC Sulawesi Kritik Penyidik Polda Sulsel

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Makassar — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan mengembalikan berkas perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas nama Sulfikar ke penyidik Ditreskrimum Polda Sulsel. Jaksa menemukan cacat administrasi yang dinilai melanggar ketentuan hukum acara pidana. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi, mengatakan berkas tidak dapat diproses karena tanggal dokumen lebih awal dari penerbitan Surat Pemberitahuan Dimulainya […]

  • Sentuhan Rohani Untuk Warga Binaan: Kemenag Pangkep Adakan Pengajian Rutin di Rutan Pangkajene

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Pangkep – Upaya pembinaan moral dan spiritual terus dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangkep melalui program pengajian rutin bagi warga binaan Rutan Pangkajene, (2/7). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin dua kali dalam seminggu, sebagai bentuk perhatian terhadap pembinaan mental warga binaan selama menjalani masa pidana. Program ini bertujuan untuk memberikan pembinaan spiritual kepada para […]

  • Donor Darah Warnai Peringatan HBP Ke-62 di Rutan Pangkep

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Pangkep – Rutan Kelas IIB Pangkep melaksanakan kegiatan donor darah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, yang berlangsung di Aula Ngusman Rutan Pangkep, Senin (13/4). Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas Rutan, anggota Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (Pipas), peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan hingga personel dari Kodim Pangkep. Pelaksanaan donor darah […]

error: Content is protected !!
expand_less