Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Cacat Administrasi Berkas TPPU Sulfikar, ACC Sulawesi Kritik Penyidik Polda Sulsel

Cacat Administrasi Berkas TPPU Sulfikar, ACC Sulawesi Kritik Penyidik Polda Sulsel

  • account_circle Sorotan Rakyat
  • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
  • visibility 278
  • comment 0 komentar

Makassar — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan mengembalikan berkas perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas nama Sulfikar ke penyidik Ditreskrimum Polda Sulsel. Jaksa menemukan cacat administrasi yang dinilai melanggar ketentuan hukum acara pidana. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi, mengatakan berkas tidak dapat diproses karena tanggal dokumen lebih awal dari penerbitan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

SPDP diterbitkan 7 Oktober 2025, sedangkan berkas tercatat 2 Oktober 2025. “Seharusnya SPDP dulu dikirim baru berkas perkara. Karena tidak sesuai ketentuan hukum acara, kami kembalikan untuk diperbaiki,” ujar Soetarmi di Kantor Kejati Sulsel, Rabu, 15 Oktober 2025.

Kesalahan prosedural itu menjadi sorotan Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi. Ketua Badan Pekerja ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun, menilai pengembalian berkas bukan sekadar koreksi teknis, melainkan bentuk nyata lemahnya standar penyidikan. “Ini bukan kekeliruan administratif biasa. KUHAP sudah mengatur SPDP lebih dulu sebelum berkas dilimpahkan. Kalau urutannya terbalik, itu cacat formil yang bisa merusak proses hukum sejak awal,” tegas Kadir.

Ia menyebut penyidik Polda Sulsel tidak belajar dari perkara Hamsul HS, rekan Sulfikar dalam pidana asal penggelapan. Dalam kasus TPPU yang sama, penetapan tersangka Hamsul digugurkan hakim praperadilan karena cacat formil. Putusan Nomor 36/Pid.Pra/2025/PN Mks menyatakan penetapannya tidak sah dan memerintahkan penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

“Kasus Hamsul itu sudah jadi peringatan. Tapi kesalahan yang mestinya dicegah justru terulang pada berkas Sulfikar. Ini menunjukkan masalah sistemik di tubuh penyidik,” kata Kadir.

Kasus Sulfikar dan Hamsul bermula dari laporan seorang pelapor, Jimmi, terkait dugaan penggelapan dana kerja sama bisnis. Keduanya diproses secara pidana dan divonis bersalah melalui putusan Pengadilan Negeri Makassar Nomor 582/Pid.B/2022/PN Mks pada 27 Juli 2022.

Putusan dikuatkan di tingkat banding, lalu diperbaiki Mahkamah Agung menjadi tiga tahun enam bulan penjara melalui putusan Nomor 191 K/Pid/2023 tertanggal 13 Februari 2023. Vonis itu menjadi dasar lahirnya penyidikan TPPU karena dana hasil kejahatan diduga dialihkan dan disamarkan melalui sejumlah transaksi.

Berbeda dengan Hamsul yang lolos dari jeratan TPPU akibat cacat administrasi, Sulfikar masih berstatus tersangka. Berkasnya kini kembali berada di tangan penyidik untuk diperbaiki dan dilimpahkan ulang. ACC menilai kelalaian administratif seperti ini bisa mencederai kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

“Kalau hal-hal mendasar seperti SPDP saja tidak ditaati, bagaimana publik percaya bahwa penanganan pencucian uang dilakukan serius? Jangan sampai perkara serius runtuh karena prosedur yang diabaikan,” ujar Kadir.

ACC mendesak evaluasi etik dan struktural di level penyidik. Menurut Kadir, fakta dua kasus ini menunjukkan disiplin hukum acara belum menjadi kesadaran institusional. “Kalau administrasi terus bermasalah, yang hilang bukan hanya berkas tapi legitimasi penegakan hukum. Aparat jangan berlindung di balik jargon due process of law tanpa memastikan prosedurnya benar sejak awal,” tandasnya.

  • Penulis: Sorotan Rakyat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Dirangkaikan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2025, Polres Takalar Siap Amankan Nataru

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 253
    • 0Komentar

    TAKALAR — Polres Takalar menggelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-77 Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2025 dalam rangka pengamanan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 19 Desember 2025, pukul 08.35 Wita, bertempat di Aula Wicaksana Laghawa Polres Takalar. Upacara dan apel […]

  • Rutan Pangkep Salurkan Bansos untuk Keluarga Personel Damkar yang Mengalami Musibah

    • calendar_month Jum, 16 Okt 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 50
    • 0Komentar

    PANGKEP — Rutan Pangkep menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pangkep yang mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu. Kegiatan ini dipimpin oleh Kasubsi Pengelolaan bersama Kasubsi Pelayanan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terhadap keluarga yang sedang berduka, Rabu (14/10). Bantuan berupa paket sembako diserahkan dengan harapan dapat sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari […]

  • Rutan Makassar Bantah Dugaan Pungli Rp13 Juta dan Katering Berbayar

    • calendar_month Sab, 24 Okt 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 26
    • 0Komentar

    MAKASSAR— Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar membantah dugaan pungutan liar sebesar Rp13 juta terhadap warga binaan baru serta isu katering berbayar senilai Rp200 ribu yang beredar di masyarakat. Kepala Rutan Kelas I Makassar, Yohanes Dias Sanyoto, menegaskan bahwa pihaknya telah menelusuri informasi mengenai dugaan pungutan terhadap warga binaan berinisial JM, yang masuk ke […]

  • Kanit Binmas Polsek Bajeng Sosialisasikan Bahaya Narkoba di SMAN 19 Gowa

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 227
    • 0Komentar

    BAJENG — Kanit Binmas Polsek Bajeng Polres Gowa, IPDA Suwardi, didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Gentungan, AIPTU Jainuddin, memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada siswa-siswi SMAN 19 Gowa di Desa Gentungan, Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa, Rabu (19/2/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap dampak negatif penyalahgunaan narkoba. Dalam paparannya, IPDA Suwardi menjelaskan […]

  • Pergantian Kajati Sulsel Dinilai Jadi Momentum Koreksi Penanganan Korupsi ART DPRD Tana Toraja

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Makassar – Pergantian pucuk pimpinan di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) membuka kembali sorotan terhadap lambatnya penanganan perkara dugaan korupsi Anggaran Rumah Tangga (ART) pimpinan DPRD Tana Toraja. Kajati Agus Salim resmi dimutasi dan digantikan oleh Dr. Didik Farkhan Alisyahdi. Posisi Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) juga turut bergeser. Dalam dua tahun terakhir, perkara ini […]

  • Aksi Donor Darah Warnai Peringatan HUT Ke-81 RI di Rutan Pangkep

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 137
    • 0Komentar

    PANGKEP — Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia, Rutan Kelas IIB Pangkep menggelar bakti sosial donor darah, Selasa (11/8). Kegiatan berlangsung di Aula Ngusman Rutan Pangkep bekerja sama dengan UPTD Transfusi Darah RSUD Batara Siang Kabupaten Pangkep. Tim transfusi darah dipimpin oleh dr. Wa Ode Rusdiah bersama lima orang perawat. Kegiatan […]

error: Content is protected !!
expand_less