Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Berkas TPPU Tersangka Sulfikar Belum Lengkap, Jaksa Kirim Peringatan ke Penyidik Polda Sulsel

Berkas TPPU Tersangka Sulfikar Belum Lengkap, Jaksa Kirim Peringatan ke Penyidik Polda Sulsel

  • account_circle Sorotan Rakyat
  • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
  • visibility 376
  • comment 0 komentar

Makassar — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) memastikan berkas perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Sulfikar hingga kini belum dinyatakan lengkap. Jaksa peneliti bahkan telah mengirim surat peringatan kepada penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel karena batas waktu penyidikan tambahan selama 14 hari telah berakhir.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi, mengatakan berkas perkara tersebut sebelumnya dikembalikan kepada penyidik pada 28 Oktober 2025 untuk dilengkapi sesuai ketentuan Pasal 138 ayat (2) KUHAP. Namun, hingga kini penyidik belum menyerahkan kembali hasil perbaikan berkas sebagaimana mestinya.

“Jaksa peneliti sudah mengembalikan berkas (P-19) sejak 28 Oktober 2025. Waktu 14 hari untuk penyidikan tambahan telah berakhir, dan kami sudah mengirim surat pemberitahuan sebagai peringatan agar penyidik segera memenuhi seluruh petunjuk serta menyerahkan kembali berkas perkara,” ujar Soetarmi saat ditemui di Kantor Kejati Sulsel, Kamis (13/11/2025).

Ia menjelaskan, petunjuk yang diberikan jaksa tidak semata bersifat administratif, melainkan juga substantif guna memperkuat pembuktian perkara. Fokus utama yang diminta untuk didalami adalah penelusuran aliran dana dan aset hasil kejahatan, dua aspek penting dalam penanganan perkara TPPU.

“TPPU bukan hanya tindak lanjut dari kejahatan asalnya, tapi juga instrumen hukum untuk memastikan hasil kejahatan tidak dinikmati pelaku. Karena itu, penyidik perlu menelusuri dengan cermat setiap transaksi keuangan yang berkaitan dengan kejahatan asal,” kata Soetarmi menegaskan.

ACC Desak Kapolda Sulsel Baru Evaluasi Kinerja Penyidik

Lambatnya penanganan perkara ini turut disorot oleh Anti-Corruption Committee (ACC) Sulawesi. Ketua Badan Pekerja ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun, mendesak Kapolda Sulsel yang baru agar segera melakukan evaluasi terhadap kinerja penyidik, terutama dalam penanganan kasus-kasus besar seperti dugaan TPPU Sulfikar.

“Kapolda baru harus berani mengevaluasi kinerja penyidik, terutama perkara-perkara yang sudah lama mandek seperti dugaan TPPU Sulfikar. Penegakan hukum tidak boleh berlarut-larut karena dapat mengikis kepercayaan publik,” ujar Kadir.

Menurutnya, penegakan hukum dalam perkara TPPU harus berpedoman pada dua prinsip utama, yakni follow the money dan follow the asset, sebagaimana diatur dalam Pasal 77 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Kalau berkas berulang kali dikembalikan karena alasan administratif, berarti ada masalah serius dalam manajemen penyidikan. Penyidik seharusnya fokus pada substansi perkara, bukan hanya aspek formal,” ujarnya.

Kadir menambahkan, keterlambatan seperti ini harus menjadi bahan evaluasi serius agar Polda Sulsel dapat bekerja dengan standar profesional dan akuntabel, terutama dalam menangani perkara kejahatan keuangan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Dari Penggelapan hingga Dugaan Pencucian Uang

Kasus yang menjerat Sulfikar dan Hamsul HS berawal dari laporan seorang korban bernama Jimmi pada 2021. Ia mengaku dirugikan dalam kerja sama bisnis investasi berbasis kripto. Kedua pelaku diduga melakukan penggelapan dan penipuan hingga akhirnya divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Makassar dalam perkara Nomor 582/Pid.B/2022/PN Mks yang telah berkekuatan hukum tetap pada 2023.

Setelah putusan itu, penyidik Polda Sulsel membuka penyidikan baru terkait dugaan TPPU. Dana hasil kejahatan penggelapan diduga dialihkan melalui serangkaian transaksi keuangan. Berdasarkan hasil penyelidikan, Sulfikar dan Hamsul HS ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, proses hukum keduanya berbeda. Hamsul HS memenangkan gugatan praperadilan, dan penyidik kemudian menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Sementara itu, Sulfikar masih berstatus tersangka dan berkas perkaranya belum juga dinyatakan lengkap (P-21).

Kini publik menanti langkah tegas Kapolda Sulsel yang baru untuk memastikan penanganan perkara TPPU tersebut berjalan sesuai hukum dan prinsip kepastian keadilan. Kasus ini dinilai menjadi tolok ukur integritas penegakan hukum terhadap kejahatan keuangan di Sulawesi Selatan.

  • Penulis: Sorotan Rakyat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanwil Ditjenpas Sulsel Berikan Pengarahan Strategis, Tekankan Integritas, Pengawasan, dan Disiplin Pegawai LPN dan LPP Sungguminasa

    • calendar_month Sab, 27 Jun 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sungguminasa – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Mulyadi, memberikan pengarahan dan penguatan tugas serta fungsi kepada seluruh pegawai Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa dan Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Kamis (25/6). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa dan diikuti oleh seluruh jajaran struktural serta pegawai dari kedua satuan kerja. […]

  • Ramadhan Penuh Berkah, Sat Lantas Polres Takalar Turun ke Jalan Bagi Takjil dan Edukasi Tertib Lalu Lintas

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Takalar — Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di depan Pos Kamsel Polres Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, tampak berbeda, Jumat (20/2/2026) sore. Personel Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Takalar turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 Wita itu dipimpin […]

  • Lapas Palopo Gelar Cek Kesehatan Gratis, Gandeng Puskesmas Bara Permai

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Palopo – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo kembali menggelar kegiatan rutin Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (24/9/2025). Kegiatan yang berlangsung di Klinik Lapas Palopo ini terlaksana berkat kerja sama dengan Lapas Palopo Gelar Cek Kesehatan Gratis, Gandeng Puskesmas Bara Permai Puluhan WBP tampak antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan yang dimulai […]

  • Jelang Ramadan 2026, Samapta Polres Takalar Intensifkan Patroli Minimarket dan Swalayan

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Takalar — Menyambut bulan suci Ramadan 2026, Satuan Samapta Polres Takalar, Polda Sulawesi Selatan, meningkatkan patroli ke sejumlah minimarket dan toko swalayan di wilayah Kabupaten Takalar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat selama bulan puasa. Patroli yang digelar pada Rabu siang, 18 Februari 2026, menyasar pusat-pusat perbelanjaan yang […]

  • Lapas Maros Terima Kunjungan Patroli Sambang dari Polres Maros

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Maros — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros menerima kunjungan dari jajaran Kepolisian Resor (Polres) Maros dalam rangka kegiatan patroli sambang, Selasa (5/8). Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dan penguatan koordinasi antar aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Maros. Rombongan Polres Maros disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Maros. Kunjungan tersebut menjadi momen silaturahmi […]

  • Perempuan Berdaya, Keadilan Terjaga, Rutan Makassar Perkuat Akses Bantuan Hukum bagi Warga Binaan

    • calendar_month Ming, 1 Nov 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 21
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Setiap perempuan berhak mendapatkan perlindungan dan keadilan di hadapan hukum. Sebagai bentuk pemenuhan hak tersebut, Rutan Kelas I Makassar bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan dan LBH APIK menggelar penyuluhan hukum serta sosialisasi akses layanan bantuan hukum bagi perempuan berhadapan dengan hukum. Kegiatan ini diikuti oleh warga binaan perempuan di […]

error: Content is protected !!
expand_less