Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Penyaluran Tidak Tepat Sasaran di Pengadaan Bibit Nanas, Penyidik Kejati Sulsel Minta Audit Investigasi dan PKN ke BPKP

Penyaluran Tidak Tepat Sasaran di Pengadaan Bibit Nanas, Penyidik Kejati Sulsel Minta Audit Investigasi dan PKN ke BPKP

  • account_circle Sorotan Rakyat
  • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar

KEJATI SULSEL, MAKASSAR — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) terus mendalami penyidikan dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Bibit Nanas pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sulsel Tahun Anggaran 2024.

Penyidikan yang dimulai pada bulan November 2025 ini telah melakukan pemeriksaan saksi sekitar 30 orang yang mengetahui proses penganggaran, perencanaan, dan pelaksanaan kegiatan. Selain itu dilakukan proses penggeledahan dokumen jejak administratif dan finansial yang dilakukan di berbagai tempat, mulai dari kantor dinas/badan di Kantor Pemprov Sulsel, kantor rekanan/swasta di Kabupaten Gowa dan Bogor.

Penyidik juga telah melakukan pencekalan terhadap 6 orang hingga penyitaan uang senilai Rp.1,25 miliar.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, dalam rapat bersama Komisi III DPR RI yang melakukan kunjungan kerja spesifik pada Jumat (6/2/2026) juga melaporkan penanganan perkara kasus pengadaan bibit nanas di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Kasus pengadaan bibit nanas ini bermula dari laporan masyarakat dan Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Sistem Pengendalian Intern dan Kepatuhan Terhadap Ketentuan Peraturan Perundang-undangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2024 yang dilaksanakan  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Makassar nomor: 37.B/LHP/XIX.MKS/05/2025 tanggal 23 Mei 2025. Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa belanja barang persediaan untuk dijual/diserahkan kepada masyarakat pada Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan tidak sesuai ketentuan.

Masih terdapat permasalahan berupa perencanaan pemberian bantuan kepada masyarakat tidak sesuai ketentuan, ketidaksesuaian status penerima bantuan dengan kriteria yang dipersyaratkan.

Hasil konfirmasi kepada ketua dan anggota Kelompok Tani menunjukkan bahwa sekitar 90 persen dari bantuan bibit nanas yang diberikan mengalami kematian setelah ditanam akibat berbagai faktor. Kelompok tani tidak pernah menerima pelatihan dan belum pernah menerima komoditas nanas sebelumnya.

“Dalam kasus bibit nanas, ada dugaan mark-up. BPK menemukan ketidaksesuaian harga satuan bibit, tidak tepat sasaran dan tidak dapat dimanfaatkan. Namun, BPK belum melakukan audit investigasi dan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKN), sehingga kami meminta perhitungan kerugian negara di BPKP,” jelas Kajati Sulsel dalam forum tersebut.

Kajati Sulsel menegaskan komitmen untuk menyelesaikan perkara yang diduga melibatkan beberapa pihak termasuk diantaranya pejabat eselon I di Kementerian. “Bahwa penyidik tetap melaksanakan tugas dengan berintegritas dan profesional,” tegas Didik Farkhan.

Laporan Kajati Sulsel ini mendapat apresiasi dan dukungan kuat dari anggota Komisi III DPR RI. Dr. Sarifuddin Sudding, S.H., M.H. (F-PAN) menyatakan dukungannya agar Kejaksaan tetap berani membongkar kasus-kasus besar meskipun melibatkan pihak berpengaruh.

“Saya berharap Kajati dan jajaran, termasuk Aspidsus yang punya integritas dan pengalaman membongkar kasus besar, ini dibongkar. Siapapun di belakangnya, jangan mau ada intervensi, kita dukung penuh tanpa ada intervensi dari pihak manapun,” ujar Sarifuddin Sudding.

Dukungan senada disampaikan oleh Rudianto Lallo, S.H., M.H. (F-P. NasDem) yang menekankan pentingnya kualitas penanganan perkara korupsi daripada sekadar mengejar kuantitas.

“Silakan jalan soal pemberantasan korupsi, kami di Komisi III bersama bapak. Tapi jangan mengejar kuantitas tapi kualitas nol. Saya tekankan kualitas kasus yang ditangani dengan kerugian negaranya besar,” kata Rudianto Lallo.

  • Penulis: Sorotan Rakyat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalinga Faces Major Economic Setback After Natural Disasters Disrupt Trade Routes

    • calendar_month Rab, 11 Agu 2021
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 131
    • 0Komentar

    The recent trade agreement between Iskera and Nolinia marks a historic milestone, aiming to boost economic stability and resilience in times of crisis. This pact brings strategic cooperation and unprecedented exchange opportunities, offering both countries a path toward economic growth and prosperity. Trade policies designed to adapt to current market demands and challenges are fundamental […]

  • LSM GEMPAK HAM MAKASSAR, MELAKUKAN AKSI ATAS PERMASALAHAN KRISIS AIR BERSIH

    • calendar_month 18 jam yang lalu
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 23
    • 0Komentar

    MAKASSAR — LSM GEMPAK HAM MAKASSAR melakukan aksi unjuk rasa di PDAM Kota Makassar pada Jum’at (22/5) Aksi yang didominasi warga Jl. Kerung-kerung, Aliansi Ormas dan Pemuda ini berunjuk rasa dengan membawa dan mewakili jeritan dan suara hati masyarakat yang berada dalam kondisi kritis air bersih Sebelum aksi ini, Emil Salim. S.E,.S.H selalu ketua GEMPAK […]

  • Wujud Kepedulian Sosial di Bulan Ramadan, Kapolda Sulsel Serahkan Zakat Fitrah kepada BAZNAS

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 71
    • 0Komentar

    MAKASSAR, SULSEL –;Sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, Polda Sulawesi Selatan menyerahkan zakat fitrah kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Senin (16/03/2026). Kegiatan penyerahan zakat fitrah dan paket Lebaran tersebut berlangsung di Lobby Lontang Adduppangeng Lt.1 Mapolda Sulsel. Secara simbolis, zakat fitrah […]

  • Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Kelas IIB Maros Laksanakan Penanaman Bibit Pisang

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 40
    • 0Komentar

    MAROS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros melaksanakan kegiatan penanaman bibit pisang sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Selasa (14/04). Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (Kemenimipas RI) yang menitikberatkan pada pemberdayaan dan kemandirian. Kegiatan penanaman dilaksanakan di area lahan pembinaan Lapas […]

  • SPPG Polri Resmi Beroperasi di Takalar, Bidik Pemenuhan Gizi Anak dan Ibu Hamil

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 77
    • 0Komentar

    TAKALAR — Polres Takalar meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri pada Sabtu, 7 Februari 2026. Fasilitas yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Takalar itu berlokasi di Jalan Kesehatan No. 68, Lingkungan Cilallang, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar. Peresmian yang berlangsung sekitar pukul 10.40 Wita tersebut menandai keterlibatan aktif Polri dalam […]

  • Paparkan Kinerja, Kendala, hingga Solusi, Lapas Narkotika Sungguminasa gelar Rapat Evaluasi

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Gowa – Lembaga Pesyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa menggelar rapat internal terkait pencapaian kinerja dan evaluasi pelaksanaan tugas, Selasa (30/9). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, dan dihadiri oleh seluruh pejabat struktural dari masing-masing seksi. Dalam rapat tersebut, setiap kepala seksi memaparkan hasil kinerja yang telah dicapai, kendala yang dihadapi […]

error: Content is protected !!
expand_less