Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Penyaluran Tidak Tepat Sasaran di Pengadaan Bibit Nanas, Penyidik Kejati Sulsel Minta Audit Investigasi dan PKN ke BPKP

Penyaluran Tidak Tepat Sasaran di Pengadaan Bibit Nanas, Penyidik Kejati Sulsel Minta Audit Investigasi dan PKN ke BPKP

  • account_circle Sorotan Rakyat
  • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
  • visibility 244
  • comment 0 komentar

KEJATI SULSEL, MAKASSAR — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) terus mendalami penyidikan dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Bibit Nanas pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sulsel Tahun Anggaran 2024.

Penyidikan yang dimulai pada bulan November 2025 ini telah melakukan pemeriksaan saksi sekitar 30 orang yang mengetahui proses penganggaran, perencanaan, dan pelaksanaan kegiatan. Selain itu dilakukan proses penggeledahan dokumen jejak administratif dan finansial yang dilakukan di berbagai tempat, mulai dari kantor dinas/badan di Kantor Pemprov Sulsel, kantor rekanan/swasta di Kabupaten Gowa dan Bogor.

Penyidik juga telah melakukan pencekalan terhadap 6 orang hingga penyitaan uang senilai Rp.1,25 miliar.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, dalam rapat bersama Komisi III DPR RI yang melakukan kunjungan kerja spesifik pada Jumat (6/2/2026) juga melaporkan penanganan perkara kasus pengadaan bibit nanas di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Kasus pengadaan bibit nanas ini bermula dari laporan masyarakat dan Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Sistem Pengendalian Intern dan Kepatuhan Terhadap Ketentuan Peraturan Perundang-undangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2024 yang dilaksanakan  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Makassar nomor: 37.B/LHP/XIX.MKS/05/2025 tanggal 23 Mei 2025. Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa belanja barang persediaan untuk dijual/diserahkan kepada masyarakat pada Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan tidak sesuai ketentuan.

Masih terdapat permasalahan berupa perencanaan pemberian bantuan kepada masyarakat tidak sesuai ketentuan, ketidaksesuaian status penerima bantuan dengan kriteria yang dipersyaratkan.

Hasil konfirmasi kepada ketua dan anggota Kelompok Tani menunjukkan bahwa sekitar 90 persen dari bantuan bibit nanas yang diberikan mengalami kematian setelah ditanam akibat berbagai faktor. Kelompok tani tidak pernah menerima pelatihan dan belum pernah menerima komoditas nanas sebelumnya.

“Dalam kasus bibit nanas, ada dugaan mark-up. BPK menemukan ketidaksesuaian harga satuan bibit, tidak tepat sasaran dan tidak dapat dimanfaatkan. Namun, BPK belum melakukan audit investigasi dan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKN), sehingga kami meminta perhitungan kerugian negara di BPKP,” jelas Kajati Sulsel dalam forum tersebut.

Kajati Sulsel menegaskan komitmen untuk menyelesaikan perkara yang diduga melibatkan beberapa pihak termasuk diantaranya pejabat eselon I di Kementerian. “Bahwa penyidik tetap melaksanakan tugas dengan berintegritas dan profesional,” tegas Didik Farkhan.

Laporan Kajati Sulsel ini mendapat apresiasi dan dukungan kuat dari anggota Komisi III DPR RI. Dr. Sarifuddin Sudding, S.H., M.H. (F-PAN) menyatakan dukungannya agar Kejaksaan tetap berani membongkar kasus-kasus besar meskipun melibatkan pihak berpengaruh.

“Saya berharap Kajati dan jajaran, termasuk Aspidsus yang punya integritas dan pengalaman membongkar kasus besar, ini dibongkar. Siapapun di belakangnya, jangan mau ada intervensi, kita dukung penuh tanpa ada intervensi dari pihak manapun,” ujar Sarifuddin Sudding.

Dukungan senada disampaikan oleh Rudianto Lallo, S.H., M.H. (F-P. NasDem) yang menekankan pentingnya kualitas penanganan perkara korupsi daripada sekadar mengejar kuantitas.

“Silakan jalan soal pemberantasan korupsi, kami di Komisi III bersama bapak. Tapi jangan mengejar kuantitas tapi kualitas nol. Saya tekankan kualitas kasus yang ditangani dengan kerugian negaranya besar,” kata Rudianto Lallo.

  • Penulis: Sorotan Rakyat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kajati Sulsel Hadiri PSBM XXVI Dukung Sinergi Penegakan Hukum dan Iklim Usaha yang Kondusif

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 215
    • 0Komentar

    KEJATI SULSEL, Makassar– Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, turut menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI yang diselenggarakan di Hotel Claro, Makassar, pada 25–26 Maret 2026. Acara yang berlangsung penuh energi ini mempertemukan para saudagar Bugis-Makassar dari berbagai penjuru tanah air dengan satu visi besar: memperkuat perekonomian dari daerah untuk Indonesia. […]

  • Dari Kerohanian hingga Keterampilan, Lapas Narkotika Sungguminasa Dapat Apresiasi Kemenag Gowa

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Gowa – Lemabaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa menerima kunjungan silaturahmi dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gowa, pada Rabu 16 Juli 2025, dalam rangka mempererat sinergi yang telah terjalin melalui nota kesepahaman (MoU) yang berjalan selama ini. Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Gowa, Muhammad Jamil, didampingi oleh beberapa staf. […]

  • Mayjen Bangun Nawoko Ditunjuk Gantikan Mayjen Windiyatno Pimpin Kodam XIV/Hasanuddin

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Makassar — Tongkat komando Panglima Kodam XIV/Hasanuddin akan segera berpindah tangan. Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1334/IX/2025 tertanggal 30 September 2025 yang diteken Jenderal Agus Subiyanto, jabatan tersebut dipercayakan kepada Mayjen TNI Bangun Nawoko. Perwira tinggi baret infanteri itu ditunjuk untuk menggantikan Mayjen TNI Windiyatno, yang masih menjabat Pangdam XIV/Hasanuddin hingga pelaksanaan serah terima […]

  • Rutan Makassar Bantah Dugaan Pungli Rp13 Juta dan Katering Berbayar

    • calendar_month Sab, 24 Okt 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 26
    • 0Komentar

    MAKASSAR— Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar membantah dugaan pungutan liar sebesar Rp13 juta terhadap warga binaan baru serta isu katering berbayar senilai Rp200 ribu yang beredar di masyarakat. Kepala Rutan Kelas I Makassar, Yohanes Dias Sanyoto, menegaskan bahwa pihaknya telah menelusuri informasi mengenai dugaan pungutan terhadap warga binaan berinisial JM, yang masuk ke […]

  • Rutan Kelas I Makassar Gelar Apel Pagi dan Penyematan Kenaikan Pangkat 4 Pegawai, Karutan: Pangkat Naik, Tanggung Jawab Harus Lebih Besar

    • calendar_month Sen, 5 Okt 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 58
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel pagi rutin yang dirangkaikan dengan prosesi penyematan tanda kenaikan pangkat kepada 4 (empat) orang pegawai, Senin (5/10/2026). Apel pagi yang berlangsung di lapangan dalam Rutan Kelas I Makassar […]

  • Berkah Ramadhan: Lapas Watampone Raih Nilai “Baik” dari Ombudsman RI

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Makassar – Upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kembali membuahkan hasil bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone. Dalam kegiatan Penyerahan Opini Ombudsman Republik Indonesia terkait Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025, Lapas Watampone berhasil meraih Nilai “Baik”, sebuah capaian yang menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel, yang […]

error: Content is protected !!
expand_less