Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » LAPORAN DUGAAN PENGANIAYAAN DI BIRINGKANAYA DIPERTANYAKAN

LAPORAN DUGAAN PENGANIAYAAN DI BIRINGKANAYA DIPERTANYAKAN

  • account_circle Sorotan Rakyat
  • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
  • visibility 281
  • comment 0 komentar

MAKASSAR – Penanganan kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di kawasan Perumahan Graha Filia, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, menuai sorotan tajam. Pihak keluarga korban mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum yang dinilai tidak berimbang dalam menindaklanjuti laporan yang masuk, hingga kini korban awal belum mendapatkan kepastian hukum yang jelas.

KRONOLOGI KEJADIAN

Kejadian bermula pada Sabtu pagi, 28 Maret 2026 sekitar pukul 08.45 WITA. Konflik dipicu oleh keributan terkait suara musik yang dinilai terlalu keras.

Eka, anak dari korban Hj. Roslaeni, memaparkan kronologi saat konferensi pers di kawasan Tinumbu, Rabu (28/4/2026). Menurutnya, ibunya saat itu sedang menyetel musik di dalam rumah. Tiba-tiba, seorang pria bernama Sul datang menegur dengan cara kasar, bahkan melemparkan batu ke arah rumah sebanyak tiga kali.

“Dia berteriak marah minta musik dikecilkan. Ibu saya menjawab, selama ini tidak pernah menegur aktivitas mereka meski sering terjadi keributan dan dugaan mabuk-mabukan,” ungkap Eka.

Situasi semakin memanas. Sul diduga mengejar Hj. Roslaeni hingga masuk ke dalam rumah dengan maksud memukul. Adik Eka, Agung, berusaha menghalangi, namun justru menjadi sasaran kekerasan.

“Adik saya hanya menunduk tanpa melawan saat dipukul,” tambahnya.

Melihat hal itu, anggota keluarga lain bernama Ucok datang dan diduga melakukan pembelaan dengan memukul Sul menggunakan palu. Terjadi perkelahian balas memukul hingga akhirnya dilerai oleh warga bernama Erwin.

Namun ketegangan belum usai. Saat situasi mulai tenang dan para pihak keluar rumah, Sul kembali diduga mencoba menyerang Hj. Roslaeni. Ayah Eka, Ambo, yang berusaha melindungi istrinya pun ikut dipukul.

Akibat insiden tersebut, Sul mengalami luka robek di kepala, sementara pihak keluarga Hj. Roslaeni mengalami luka memar di bagian wajah.

PROSES HUKUM DINILAI TIDAK BERIMBANG

Pasca kejadian, Hj. Roslaeni telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Biringkanaya dengan nomor laporan LP/74/III/2026/Restabes Makassar/Sek B.Kanaya pada tanggal yang sama, lengkap dengan bukti visum.

Namun hingga sebulan berlalu, keluarga menilai proses hukum berjalan timpang. Laporan yang dibuat Hj. Roslaeni sebagai korban awal disebut belum menunjukkan perkembangan signifikan. Sebaliknya, laporan balasan dari pihak Sul ditindaklanjuti dengan sangat cepat.

“Ucok langsung dijemput dan ditetapkan sebagai tersangka. Sekarang sudah hampir satu bulan ditahan. Sementara laporan ibu saya sebagai korban awal belum ada kejelasan,” tegas Eka dengan nada kecewa.

Kondisi ini memicu pertanyaan besar terkait objektivitas dan profesionalitas penyidik dalam menangani perkara ini. Keluarga menuntut adanya kesetaraan dalam proses hukum.

“Kami hanya meminta keadilan. Kenapa laporan awal yang jelas-jelas menunjukkan ibu kami sebagai korban belum ditindaklanjuti?” pungkasnya.

DASAR HUKUM: PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN RI NOMOR 6 TAHUN 2019

Berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana, terdapat ketentuan yang mengatur kewajiban dan prosedur penanganan perkara yang harus dipatuhi oleh penyidik, antara lain:

Pasal 3

Penyidikan dilakukan untuk:
a. Mencari dan mengumpulkan bukti;
b. Membuat terang tindak pidana yang terjadi;
c. Menemukan tersangkanya.

Pasal 4

Dasar dilakukan penyidikan meliputi:
a. Laporan polisi atau pengaduan;
b. Surat perintah tugas;
c. Laporan hasil penyelidikan;
d. Surat perintah penyidikan.

Pasal 10

(1) Penyidik wajib menerima dan memeriksa setiap laporan atau pengaduan tentang terjadinya suatu peristiwa yang patut diduga merupakan tindak pidana.
(2) Terhadap laporan atau pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penyidik wajib memberikan tanda terima kepada pelapor atau pengadu.

Pasal 11

Penyidik wajib melakukan penyelidikan dan penyidikan secara cepat, tepat, dan adil tanpa membedakan perlakuan terhadap pihak pelapor maupun terlapor.

TUNTUTAN DAN HARAPAN

Keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat mematuhi ketentuan peraturan yang berlaku, sehingga proses hukum berjalan transparan dan tidak memihak. Mereka menuntut agar laporan yang dibuat oleh Hj. Roslaeni segera ditindaklanjuti dengan serius, sama seperti penanganan terhadap laporan pihak lawan.

Hingga berita ini diturunkan, kasus ini masih menjadi sorotan publik dan diharapkan mendapat perhatian serius agar penegakan hukum benar-benar berjalan adil, transparan, dan berpihak pada kebenaran bagi semua.

  • Penulis: Sorotan Rakyat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandeng BEM FH Unibos dan LBH Chandra Serta Partners Law Firm, Rutan Makassar Gelar Penyuluhan Hukum

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 247
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bosowa bekerjasama dengan LBH Chandra and Partners Law Firms dan Rutan Makassar untuk meningkatkan keadilan bagi tahanan Rutan Kelas I Makassar. Sabtu, 22/02. Dengan tema “Penegakan Supremasi Hukum Terhadap Hak-hak Tahanan” yang dilaksanakan di aula terbuka Rutan Makassar. Kegiatan dibuka oleh sambutan Ketua BEM FH Unibos, Ardi […]

  • Dua Perumahan di Gowa Disorot, Diduga Bangun Sebelum Izin PBG Rampung

    • calendar_month Sen, 24 Agu 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 146
    • 0Komentar

    GOWA — Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi Sulawesi Selatan (KOMAKS) menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Gowa. Aksi tersebut dipimpin oleh Jenderal Lapangan Kamaruddin sebagai bentuk kontrol sosial terhadap sejumlah pembangunan perumahan yang diduga belum sepenuhnya memenuhi prosedur dan persyaratan perizinan. Dalam aksi tersebut, massa menyoroti pembangunan Hamus […]

  • Lapas Kelas IIB Maros Gelar Donor Darah Peringati Hari Bakti Kemenimipas Tahun 2025

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Maros — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros melaksanakan kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-1 Tahun 2025, Jumat, (14/11). Kegiatan ini bekerja sama dengan PMI Kota Makassar dan diikuti oleh petugas pemasyarakatan serta perwakilan instansi mitra. Pelaksanaan berlangsung di aula lapas dengan standar pemeriksaan kesehatan bagi setiap […]

  • Analyzing the Intersection of Politics and Societal Impact

    • calendar_month Sab, 28 Agu 2021
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Post Views: 178

  • Lapas Takalar Terus Kembangkan Produksi Songkok Anyam

    • calendar_month Jum, 16 Okt 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Takalar – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar terus mengembangkan kegiatan pembinaan kemandirian melalui produksi kerajinan songkok anyam yang melibatkan 13 warga binaan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang dapat menjadi modal berharga ketika kembali ke tengah masyarakat, Kamis (15/10/2026). Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan Kerja Lapas Takalar, Rizal, […]

  • Tembus Ribuan Pengunjung, Petugas Lapas Watampone Siaga Penuh Selama Idul Fitri Selama Idul Fitri 1447 Hijriah,v1447 H

    • calendar_month Sel, 24 Mar 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 187
    • 0Komentar

    WATAMPONE — Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh keluarga warga binaan untuk bersilaturahmi secara langsung dengan kerabat mereka yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone. Melalui layanan kunjungan tatap muka yang disediakan oleh pihak Lapas, suasana kebersamaan dan kehangatan keluarga tetap dapat dirasakan oleh warga binaan meskipun berada di balik […]

error: Content is protected !!
expand_less