Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum & Kriminal » Hukum » Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Polisi di Takalar Ditingkatkan ke Tahap Penyidikan, Polisi: Unsur dan Alat Bukti Sudah Cukup

Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Polisi di Takalar Ditingkatkan ke Tahap Penyidikan, Polisi: Unsur dan Alat Bukti Sudah Cukup

  • account_circle Sorotan Rakyat
  • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
  • visibility 257
  • comment 0 komentar

Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Polisi di Takalar Ditingkatkan ke Tahap Penyidikan, Polisi: Unsur dan Alat Bukti Sudah Cukup

TAKALAR -– Perkembangan terbaru kasus dugaan penganiayaan dan pemerasan terhadap seorang pemuda asal Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, kini memasuki babak baru.

Kepolisian Resor (Polres) Takalar memastikan bahwa perkara tersebut telah resmi ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman, S.I.K., M.M melalui Kasat Reskrim, AKP Hatta, SH, membenarkan bahwa laporan korban, Yusuf Saputra, yang diterima pada 29 Mei 2025, kini sudah memenuhi unsur tindak pidana penganiayaan dan pemerasan.

Menurutnya, proses penyidikan dilanjutkan setelah pihaknya memperoleh minimal dua alat bukti, termasuk hasil Visum et Repertum (VER) korban.

“Kasus ini sudah kami tingkatkan ke tahap penyidikan karena sudah terpenuhi minimal dua alat bukti. Salah satunya adalah hasil visum yang resmi kami terima dari RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle,” jelas AKP Hatta saat dikonfirmasi, Selasa (03/06/2025).

Ia juga menegaskan bahwa laporan korban tidak pernah ditolak oleh pihak Polsek Galesong. Namun, karena kasus ini melibatkan oknum anggota kepolisian dari luar wilayah hukum Polres Takalar, maka pelapor diarahkan langsung ke Polres Takalar untuk penanganan lebih lanjut.

“Bukan ditolak, hanya diarahkan ke Polres karena ini menjadi atensi dan melibatkan anggota dari kesatuan lain,” tambahnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Yusuf Saputra, warga Dusun Parang Boddong, Desa Boddia, Kecamatan Galesong, mengaku menjadi korban penganiayaan oleh oknum polisi bernama Bripda AN berteman.

Kejadian tersebut berlangsung pada malam Selasa, 27 Mei 2025, di sekitar Lapangan Galesong. Yusuf mengaku dipaksa mengakui kepemilikan narkotika jenis tembakau gorila, dianiaya, hingga ditelanjangi oleh pelaku.

Yusuf juga mengungkapkan bahwa ia baru dilepaskan setelah keluarganya menyerahkan uang sebesar Rp1 juta kepada oknum tersebut.

Dengan peningkatan status kasus ke tahap penyidikan, dijamin proses hukum berjalan secara transparan dan memberi keadilan bagi korban. Polisi juga memastikan akan terus memproses kasus ini hingga tuntas.

  • Penulis: Sorotan Rakyat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Commander Wish Pagi, Satlantas Polres Takalar Atur Lalu Lintas di Titik Rawan Kecelakaan

    • calendar_month Rab, 4 Nov 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 12
    • 0Komentar

    TAKALAR – Mengantisipasi kepadatan kendaraan sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas, personel Satuan Lalu Lintas Polres Takalar menggelar kegiatan Commander Wish Pagi di sejumlah titik rawan gangguan arus lalu lintas, kemacetan, dan kecelakaan, Selasa (3/11/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WITA tersebut difokuskan pada pengaturan arus kendaraan di sejumlah ruas jalan yang memiliki tingkat aktivitas […]

  • Rutan Makassar Bantah Dugaan Pungli Rp13 Juta dan Katering Berbayar

    • calendar_month Sab, 24 Okt 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 26
    • 0Komentar

    MAKASSAR— Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar membantah dugaan pungutan liar sebesar Rp13 juta terhadap warga binaan baru serta isu katering berbayar senilai Rp200 ribu yang beredar di masyarakat. Kepala Rutan Kelas I Makassar, Yohanes Dias Sanyoto, menegaskan bahwa pihaknya telah menelusuri informasi mengenai dugaan pungutan terhadap warga binaan berinisial JM, yang masuk ke […]

  • Kapolda Sulsel Pimpin Apel Siaga Kamtibmas dalam Rangka Antisipasi May Day dan Agenda Strategis Lainnya

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 168
    • 0Komentar

    MAKASSAR, SULSEL — Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., memimpin Apel Pagi yang dirangkaikan dengan Apel Siaga Kamtibmas dalam rangka mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya menjelang peringatan May Day serta agenda situasi lainnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Senin (30/03/2026). Apel Siaga Kamtibmas […]

  • Bakti Sosial Meriahkan Rangkaian Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1 Tahun 2025 di Palopo

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 143
    • 0Komentar

    PALOPO – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1 Tahun 2025, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo menggelar kegiatan Bakti Sosial yang menyasar masyarakat sekitar serta para pengemudi ojek online. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Lapas Palopo, Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Palopo, dan Kepala Kantor Imigrasi Palopo.14 November 2025. Bakti sosial […]

  • Ultimatum Keras! SEMMI DIY Desak DPP Syarekat Islam Sterilkan Organisasi dari Intervensi Bintang Wahyu Saputra

    • calendar_month Sel, 29 Sep 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 74
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA — Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melayangkan ultimatum keras kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Syarekat Islam (SI). SEMMI DIY mendesak agar DPP segera mensterilkan organisasi dari segala bentuk intervensi Bintang Wahyu Saputra di semua lini Syarekat Islam dan organisasi di bawahnya termasuk SEMMI. Ultimatum tersebut dikeluarkan menyusul manuver Bintang […]

  • Ditlantas Polda Sulsel Klarifikasi Tudingan Pungli Layanan BPKB, Tegaskan Tidak Ada Pungutan di Luar PNBP

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 396
    • 0Komentar

    MAKASSAR — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Selatan memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan pungutan liar (pungli) dalam pelayanan penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) di lingkungan Ditlantas Polda Sulsel. Klarifikasi ini disampaikan sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik serta komitmen Ditlantas Polda Sulsel dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas layanan. Pimpinan Ditlantas Polda Sulsel menyebut […]

error: Content is protected !!
expand_less