Warga Binaan Lapas Narkotika Sungguminasa Antusias Ikuti Pembinaan Tata Cara Shalat Jenazah
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Jum, 17 Apr 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar

GOWA — Dalam upaya meningkatkan pembinaan kepribadian dan spiritual warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa menggelar kegiatan pembelajaran tata cara shalat jenazah yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas, area dalam lapas. Kegiatan ini menghadirkan Arifai, yang merupakan pembina kerohanian sekaligus pegawai Lapas Narkotika Sungguminasa, sebagai pemateri, Kamis (16/4).
Dalam kegiatan tersebut, para warga binaan pemasyarakatan (WBP) diberikan pemahaman komprehensif mengenai tata cara pelaksanaan shalat jenazah, mulai dari niat, bacaan doa, hingga gerakan yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Materi disampaikan secara langsung dan disertai praktik, sehingga peserta dapat memahami dan mempraktikkan setiap tahapan dengan baik.
Antusiasme WBP terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap sesi dengan khidmat, aktif bertanya, dan terlibat dalam praktik yang dipandu langsung oleh Arifai.
Dalam keterangannya, Arifai menyampaikan bahwa perannya sebagai pemateri sekaligus pegawai lapas menjadi bentuk pengabdian dalam membina warga binaan, khususnya dalam aspek keagamaan.
“Sebagai pembina kerohanian sekaligus bagian dari Lapas Narkotika Sungguminasa, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk membekali WBP dengan ilmu agama yang bermanfaat. Shalat jenazah adalah kewajiban fardhu kifayah yang penting untuk dipahami, sehingga kelak mereka dapat berperan di tengah masyarakat serta meningkatkan keimanan selama menjalani masa pembinaan,” ujar Arifai.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari program pembinaan yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini sangat positif dan kami dukung penuh. Kami berharap para WBP dapat memanfaatkan waktu selama menjalani masa pidana untuk menambah ilmu, memperbaiki diri, dan memperkuat nilai-nilai spiritual. Pembinaan seperti ini menjadi bekal penting agar mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif,” ungkap Gunawan.
Melalui kegiatan pembinaan keagamaan ini, Lapas Narkotika Sungguminasa terus berkomitmen menghadirkan program yang tidak hanya membekali keterampilan, tetapi juga memperkuat pondasi mental dan spiritual warga binaan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial.
- Penulis: Sorotan Rakyat


Saat ini belum ada komentar