Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Law Analysis: Hukum Progresif Jadi Kunci Pulihkan Kepercayaan Publik pada Hukum

Law Analysis: Hukum Progresif Jadi Kunci Pulihkan Kepercayaan Publik pada Hukum

  • account_circle Sorotan Rakyat
  • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
  • visibility 273
  • comment 0 komentar

MAKASSAR — Krisis kepercayaan publik terhadap hukum dinilai berpangkal pada jurang antara teks aturan dan rasa keadilan. Menjawab kondisi itu, Direktur Law Analysis, M. Ishadul Islami Akbar, S.H. mendorong penerapan konsep hukum progresif secara serius dalam praktik penegakan hukum di Indonesia.

“Hukum tidak boleh berhenti di bunyi pasal. Hukum progresif menuntut keberanian aparat untuk mengedepankan hati nurani dan kemanusiaan saat teks undang-undang tidak lagi relevan dengan kondisi sosial,”  tegas M. Ishadul Islami Akbar, S.H.

Tiga Pilar Hukum Progresif
Menurutnya, hukum progresif yang digagas Prof. Satjipto Rahardjo berdiri di atas tiga pilar keadilan substantif, responsif terhadap zaman, dan keberpihakan pada rakyat. Tiga pilar ini bukan jargon, melainkan kompas moral bagi penegak hukum.

“Jaksa, hakim, dan polisi adalah garda terdepan hukum progresif. Mereka bukan sekadar corong undang-undang. Mereka harus jadi negarawan hukum yang berani bertanggung jawab pada keadilan, bukan hanya pada prosedur,” ujarnya.

M. Ishadul menilai budaya legalistik positivistik yang hanya patuh pada teks tanpa melihat konteks justru menjauhkan hukum dari tujuannya. “Hukum untuk manusia, bukan manusia untuk hukum. Kalau aturan justru menyakiti rakyat, maka aparat wajib berani menafsir ulang dengan nurani,” tambahnya.

Prinsip ini sejalan dengan amanat konstitusi dan regulasi nasional. Alinea IV Pembukaan UUD 1945 menegaskan kewajiban negara melindungi segenap bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Sila ke-2 dan ke-5 Pancasila menempatkan manusia bermartabat dan berkeadilan sosial sebagai tujuan bernegara.

Lebih lanjut Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 menjamin hak setiap orang atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil. _Pasal 28I ayat (4) UUD 1945) mewajibkan negara, terutama pemerintah, untuk melindungi, memajukan, menegakkan, dan memenuhi HAM. Dalam tataran UU, Pasal 5 ayat (1) UU No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman menegaskan hakim dan hakim konstitusi wajib menggali, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat.

Tantangan: Ubah Pola Pikir Aparat
Law Analysis mencatat, tantangan terbesar saat ini adalah mengubah pola pikir penegak hukum agar tidak terjebak formalitas. “Indonesia tidak kekurangan pasal. Yang kita butuhkan adalah keberanian moral untuk memastikan setiap pasal berpihak pada kebenaran substantif,” jelas M. Ishadul.

Dibutuhkan interpretasi hukum yang mengaktifkan hati nurani, mengutamakan peran publik, dan berani melakukan terobosan hukum ketika keadilan dipertaruhkan. Hal ini juga selaras dengan Pasal 3 UU No. 16 Tahun 2004 jo. UU No. 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan yang menuntut jaksa menegakkan hukum secara independen demi keadilan berdasarkan hati nurani, serta Pasal 2 UU No. 2 Tahun 2002 tentang Polri yang menekankan fungsi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Masyarakat berhak menagih hukum yang memanusiakan. Hukum progresif memberi ruang itu: hukum yang mendengar, memahami, dan membela yang lemah tanpa pandang bulu,” katanya.

Penutup: Hukum Harus Membebaskan
“Jika hukum ingin dipercaya, maka hukum harus membebaskan, bukan membelenggu. Itu ruh dari hukum progresif. Tujuan akhir hukum bukan kepastian semata, tapi kemanfaatan dan keadilan yang bisa dirasakan rakyat, sebagaimana tujuan hukum menurut _Penjelasan Umum UU No. 48 Tahun 2009_,” tutup M. Ishadul Islami Akbar, S.H.

Tentang Law Analysis

Law Analysis adalah lembaga kajian hukum dan kebijakan publik yang fokus pada penguatan akses keadilan, reformasi penegakan hukum, dan advokasi berbasis data.

  • Penulis: Sorotan Rakyat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Gowa Hadiri Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Lilin-2025

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 251
    • 0Komentar

    MAKASSAR — Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Gowa mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Tahun 2025 dalam rangka kesiapan pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin-2025. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Harper Makassar dan dipimpin langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan IRJEN POL. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H, Rabu […]

  • Aliansi Pemerhati Hukum (APH) : SRS dan FMR, Unjuk Rasa di Depan Kanwil Bea Cukai Sulawesi bagian Selatan

    • calendar_month Sel, 4 Feb 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 143
    • 0Komentar

    MAKASSAR — Solidaritas Rakyat Sulsel dan Front Mahasiswa Revolusioner yang tergabung dalam Aliansi Pemerhati Hukum melakukan Aksi Unjuk Rasa Di depan Kanwil Bea dan Cukai Sulawesi bagian Selatan terkait, Senin 3 Februari 2025 perihal adanya Aduan dari Masyarakat terkait Bangunan yang diduga Kuat sebagai tempat Penimbunan / Penyimpanan Rokok Ilegal berdasarkan Hasil Investigasi itu kuat […]

  • Bhayangkari Sulsel Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Bencana di Pidie Jaya

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 212
    • 0Komentar

    ACEH — Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan Ny. Upi Djuhandhani yang diwakili oleh Ny. Lina Nasri selaku Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel, didampingi Ny. Titis Ai Afriandi selaku Wakil Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari serta Pengurus Daerah Bhayangkari Sulawesi Selatan, menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (27/01/2026). Kegiatan yang […]

  • Apel Pagi Dirangkaikan Penyematan Tanda Kenaikan Pangkat, Lapas Maros Apresiasi Dedikasi Petugas

    • calendar_month Sen, 5 Okt 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 50
    • 0Komentar

    MAROS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros melaksanakan apel pagi yang dirangkaikan dengan penyematan tanda kenaikan pangkat bagi dua petugas, Senin (5/10). Kegiatan berlangsung di lapangan apel Lapas Maros dan diikuti oleh jajaran petugas sebagai bagian dari penguatan kedisiplinan sekaligus pemberian apresiasi atas pengabdian dan kinerja. Dalam kesempatan tersebut, tanda kenaikan pangkat disematkan kepada […]

  • Rutan Masamba Gandeng TNI-Polri Gelar Razia Malam, Perkuat Deteksi Dini Kamtib

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Masamba – Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Masamba. Sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban, Rutan Masamba kembali melaksanakan penggeledahan blok hunian warga binaan bersama aparat TNI dan Polri pada malam hari. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WITA ini menyasar sejumlah kamar […]

  • Lapas Watampone Asesmen 140 Narapidana untuk Pemetaan Program Pembinaan

    • calendar_month Jum, 23 Okt 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 29
    • 0Komentar

    WATAMPONE – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone melaksanakan kegiatan asesmen terhadap 140 narapidana dengan melibatkan pegawai klinik, peserta magang, dan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Kamis (22/10). Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi, kebutuhan, minat, bakat, serta potensi narapidana sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan program pembinaan dan kegiatan kerja yang sesuai. Dalam pelaksanaannya, asesmen […]

error: Content is protected !!
expand_less