Menteri Imipas Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran, Integritas Jadi Harga Mati
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

Watampone – Penguatan integritas, profesionalisme, dan pengawasan internal menjadi fokus utama dalam kegiatan Analisis dan Evaluasi Bidang Pemasyarakatan yang diikuti oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone bersama seluruh jajaran pemasyarakatan di Indonesia, Selasa (26/05).
Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto, didampingi Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi. Analisis dan evaluasi ini turut diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dari seluruh Indonesia.
Bertempat di Ruang Sekretariat WBK/WBBM, jajaran Lapas Watampone mengikuti kegiatan dengan seksama sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi terkait kebijakan dan langkah strategis yang akan diterapkan di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam arahannya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan memaparkan berbagai isu strategis yang menjadi perhatian nasional, mulai dari kondisi sumber daya manusia, rasio petugas pengamanan terhadap jumlah warga binaan, pelaksanaan razia blok hunian, hingga pemindahan narapidana risiko tinggi ke Nusakambangan.
Selain itu, Menteri juga menyoroti pentingnya penguatan pengawasan internal dan penegakan disiplin pegawai. Menurutnya, integritas harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas sehingga mampu menciptakan organisasi yang profesional, bersih, dan dipercaya oleh masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, turut disampaikan rencana penyusunan kode etik khusus bagi pegawai Imigrasi dan Pemasyarakatan yang akan menjadi pedoman perilaku serta instrumen dalam penegakan disiplin. Menteri juga menekankan bahwa setiap pelanggaran harus ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui proses hukum apabila ditemukan unsur pidana.
Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, menyampaikan bahwa arahan yang diberikan menjadi motivasi sekaligus pedoman bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas. “Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan, meningkatkan profesionalisme, serta membangun budaya kerja yang berintegritas guna mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang semakin baik dan dipercaya masyarakat,” ujar Rahnianto.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, serta para Kepala Kantor Wilayah terkait berbagai tantangan di lapangan. Melalui kegiatan ini, Lapas Watampone menegaskan komitmennya untuk mendukung terwujudnya tata kelola pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan yang berkualitas.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar