Belajar Etika Kerja di Lapangan, Mahasiswa Politeknik Dewantara Palopo Kunjungi Rutan Masamba
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Jum, 3 Jul 2026
- visibility 49
- comment 0 komentar

Masamba – Sebanyak 60 mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Metalurgi Politeknik Dewantara Kota Palopo melaksanakan kunjungan akademik ke Rutan Kelas IIB Masamba, Kamis 2 Juli 2026. Dengan mengusung tema “Etika Kerja”, kegiatan ini menjadi pembelajaran langsung tentang integritas, profesionalisme, dan pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah, serta memberi pemahaman utuh kepada generasi muda mengenai tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Rombongan disambut Kepala Rutan Masamba, Syamsul Bahri, S.H., M.H., bersama pejabat struktural dan Tim Humas. Turut hadir Sekretaris Direktur Dr. Ika Triwati, S.K.M., M.Kes., Kaprodi Muh Syafri Zainuddin, S.T., M.T., Kabag PMB Alviani, S.Pd., M.Pd., serta jajaran dosen dan staf.
Kegiatan diawali penayangan video profil Rutan Masamba yang berisi program kerja, inovasi layanan, dan capaian kinerja. Dari tayangan itu, mahasiswa mendapat gambaran nyata tentang pembinaan warga binaan dan upaya transformasi pemasyarakatan yang modern.
Dalam sambutannya, Sekretaris Direktur Politeknik Dewantara mengapresiasi keterbukaan Rutan Masamba. Ia menyebut observasi lapangan penting agar mahasiswa melihat langsung bagaimana etika kerja dan pelayanan publik diterapkan.
Kalapas Syamsul Bahri kemudian memaparkan struktur organisasi, tugas fungsi, serta penerapan etika kerja berpedoman pada Core Values ASN BerAKHLAK dan budaya kerja PRIMA.
“Etika kerja bukan hanya konsep. Ini jadi landasan dalam setiap tugas, mulai dari melayani masyarakat, membina warga binaan, hingga menjaga keamanan dan ketertiban,” tegasnya.
Para mahasiswa juga diajak mengenal program pembinaan kepribadian dan kemandirian. Selain itu, dipaparkan Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan seperti pengembangan UMKM warga binaan, ketahanan pangan, pemberantasan buta aksara, layanan kesehatan gratis, hingga bansos untuk keluarga warga binaan.
Kalapas menegaskan seluruh layanan pemasyarakatan di Rutan Masamba gratis sesuai aturan.
“Kami ingin meluruskan persepsi. Tidak ada pungutan untuk remisi, integrasi, atau layanan lainnya. Semua gratis dan sesuai prosedur,” ujarnya.
Sesi diskusi menjadi bagian paling interaktif. Mahasiswa bertanya soal mekanisme pembinaan, sistem pemasyarakatan, hingga tantangan petugas di lapangan. Semua dijawab terbuka sehingga tercipta dialog yang konstruktif.
Bagi Rutan Masamba, kunjungan ini wujud keterbukaan informasi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi. Diharapkan muncul pemahaman objektif tentang peran pemasyarakatan, serta tumbuh kesadaran bahwa etika kerja dan integritas adalah fondasi birokrasi yang dipercaya masyarakat.
Kegiatan berlangsung tertib dan antusias hingga selesai, menjadi bukti bahwa sinergi kampus dan pemasyarakatan mampu menghadirkan ruang belajar yang memperkaya wawasan dan karakter mahasiswa.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar