Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Polda Sulsel Ungkap Jaringan Perdagangan Satwa Dilindungi dan Bahan Peledak Ikan dari Malaysia hingga Jawa Timur

Polda Sulsel Ungkap Jaringan Perdagangan Satwa Dilindungi dan Bahan Peledak Ikan dari Malaysia hingga Jawa Timur

  • account_circle Sorotan Rakyat
  • calendar_month Rab, 10 Des 2025
  • visibility 333
  • comment 0 komentar

MAKASSAR — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Selatan berhasil mengungkap kasus besar terkait perdagangan satwa dilindungi berupa potongan daging penyu serta jaringan peredaran bahan peledak untuk bom ikan yang melibatkan pelaku lintas daerah dan lintas negara.

Pengungkapan ini berawal pada Rabu, 12 November, di wilayah Kabupaten Takalar, ketika petugas menangkap tersangka bersama 11 karung berisi potongan yang diduga berasal dari sekitar 150 ekor penyu. Barang bukti tersebut memiliki berat total sekitar 571 kilogram.

Modus Operandi: Penyu Ditangkap dan Dipotong di Atas Kapal

Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui melakukan penangkapan penyu menggunakan jaring khusus di wilayah Kepulauan Selayar. Setelah ditangkap, penyu langsung dipotong di atas kapal untuk diambil bagian-bagian tertentu seperti:

Daging

Kulit dorsal (punggung)

Kulit bagian abdomen

Pinggir ventral kiri dan kanan

Bagian tubuh penyu tersebut kemudian diawetkan, dimasukkan ke dalam karung, disimpan di gudang, dan selanjutnya dijual.

Hasil identifikasi morfologi menyimpulkan bahwa potongan tersebut berasal dari penyu hijau (Chelonia mydas), salah satu satwa dilindungi yang dilarang keras untuk diperdagangkan.

Jerat Hukum

Tersangka dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf B jo. Pasal 40 UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Ancaman hukuman:

Pidana penjara hingga 5 tahun

Denda maksimal Rp100 juta

Ungkap Jaringan Peredaran Bahan Peledak Ikan dari Malaysia

Selain kasus satwa dilindungi, Ditpolairud Polda Sulsel juga membeberkan jaringan peredaran detonator dan bahan baku bom ikan (handak) yang sudah beroperasi cukup lama di wilayah Sulawesi Selatan.

Asal Bahan Baku dari Malaysia

Petugas menemukan bahwa bahan baku peledak yang digunakan nelayan, seperti:

Bahan batu (igniter)

Detonator

Amonium nitrat / pupuk matahari masuk ke Indonesia dari Malaysia melalui jalur perbatasan Nunukan, kemudian diselundupkan ke Sulawesi Selatan.

Polda Sulsel menyebut jaringan ini sudah lama beroperasi dan merupakan jaringan lintas negara yang cukup rapi.

Peran Daerah Lain: Pasuruan (Jawa Timur)

Polisi juga menemukan adanya produksi detonator rakitan yang dilakukan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Barang tersebut dikirim ke Sulawesi Selatan melalui:

Kapal Feri Pelni, atau

Kapal Roro, dibawa oleh perorangan.

Saat ini, polisi sedang memburu pelaku berinisial Baim, warga Pasuruan, yang telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait LP No. 21/IX/2025 SPKT Ditpolair Polda Sulsel tanggal 23 September 2025.

Sebaran Wilayah Perdagangan Handak Bom Ikan di Sulsel

Peredaran bahan peledak ikan teridentifikasi di beberapa wilayah:

Kepulauan Pangkep

Almas

Kota Makassar

Pulau Kodingareng

Pulau Barrang Lompo

Pulau Lumu-Lumu

Kepulauan Selayar

Pulau Tarumpah

Pulau Pacitan

Pulau Radili

Kabupaten Sinjai

Pulau Jawa-Jawa

Rekap Kasus Januari–November 2025

Ditpolairud Polda Sulsel menangani:

14 Laporan Polisi (LP) terkait destruktif fishing

1 LP terkait satwa dilindungi (penyu)

 

Polda Sulsel Perkuat Pengawasan Laut dan Pelabuhan

Direktur Polairud menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan, baik di pintu masuk perairan maupun pelabuhan yang memiliki jalur koneksi ke wilayah perbatasan seperti Nunukan dan Kaltara.

Jajaran Polairud juga membentuk pos-pos pangkalan (mouse) di setiap kabupaten/kota guna memantau aktivitas di wilayah rawan.

Koordinasi terus dilakukan dengan:

Instansi terkait

Aparat wilayah perbatasan

Polres Nunukan

Stakeholder lainnya

Tujuannya untuk mencegah maraknya aktivitas ilegal seperti penyelundupan satwa, bahan peledak, dan kegiatan perikanan destruktif.

  • Penulis: Sorotan Rakyat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rutan Pangkep Gelar Syukuran Atas Pelantikan 6 Pegawai Negeri Sipil

    • calendar_month Ming, 6 Sep 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 74
    • 0Komentar

    PANGKEP — Rutan Kelas IIB Pangkep menggelar acara syukuran atas pelantikan enam pegawai menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang berlangsung di Aula Ngusman Rutan Pangkep. Kegiatan ini dihadiri oleh para Pejabat Struktural beserta jajaran, Ketua DWP Rutan Pangkajene beserta anggota. Keenam pegawai tersebut yakni Sri Indra Wahyuni, Reizaf Anggara, Eko Ponco Prasetyo, Muh. Awal Rezki, […]

  • Jaga Kebugaran Petugas, Lapas Parepare Ikuti Kompetisi Kebugaran Antar Kementerian 2026

    • calendar_month Jum, 30 Okt 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 17
    • 0Komentar

    PAREPARE – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare menunjukkan komitmennya dalam mendukung budaya hidup sehat di lingkungan kerja dengan turut serta dalam Kompetisi Kebugaran Antar Kementerian/Lembaga Tahun 2026, Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Kantor Lapas Parepare ini diikuti oleh seluruh jajaran staf dan pegawai. Kegiatan diawali dengan arahan langsung dari Amri selaku Pelaksana […]

  • Sambut Implementasi KUHAP Baru, Kalapas Watampone Jalin Komunikasi dengan Pengadilan Negeri

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 220
    • 0Komentar

    WATAMPONE — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone, Rahnianto, melaksanakan pertemuan kelembagaan dengan Pengadilan Negeri Watampone sebagai langkah awal membangun komunikasi dan mempererat hubungan kerja antarinstansi. Kegiatan tersebut berlangsung di Pengadilan Negeri Watampone, Senin (26/01). Dalam kunjungan tersebut, Rahnianto bersama jajaran disambut langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Watampone, Andi Nurmawati. Pertemuan berlangsung dalam suasana […]

  • Perkuat Sinergi Kelembagaan, Kalapas Narkotika Sungguminasa Sambangi Bupati Gowa

    • calendar_month Sel, 15 Sep 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 105
    • 0Komentar

    GOWA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Moh. Ilham Agung Setyawan, melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa, Selasa (15/9/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat dukungan, kolaborasi, dan sinergi kelembagaan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di wilayah Kabupaten Gowa. Dalam kunjungan tersebut, Kalapas didampingi jajaran pejabat struktural Lapas Narkotika […]

  • Deteksi Dini Hepatitis B di Lapas Narkotika Sungguminasa, WBP Jalani Pemeriksaan Gratis

    • calendar_month Jum, 3 Jul 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 113
    • 0Komentar

    GOWA  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Magister (S2) Biomedik Fakultas Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui pemeriksaan skrining Hepatitis B kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), yang berlangsung di Klinik Lapas Narkotika Sungguminasa, Kamis (2/7). Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah […]

  • PERTAMINA BELUM MAMPU JAWAB SUMBER BBM MOBIL KOPERASI DESA MERAH PUTIH, AMPERA SOROT DUGAAN PENGISIAN BBM DI LUAR SPBU

    • calendar_month Rab, 7 Okt 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 67
    • 0Komentar

    MAKASSAR — AMPERA Sulsel menyoroti serius sumber bahan bakar yang digunakan oleh kendaraan operasional Koperasi Desa Merah Putih. Persoalan tersebut menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan bersama pihak Pertamina Patra Niaga. AMPERA mempertanyakan sumber BBM kendaraan Koperasi Desa Merah Putih yang disebut belum memiliki barcode/QR Code BBM. Di sisi lain, […]

error: Content is protected !!
expand_less