Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » KEJATI SULSEL EKSEKUSI MIRA HAYATI TERPIDANA KASUS KOSMETIK ILEGAL

KEJATI SULSEL EKSEKUSI MIRA HAYATI TERPIDANA KASUS KOSMETIK ILEGAL

  • account_circle Sorotan Rakyat
  • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
  • visibility 389
  • comment 0 komentar

KEJATI SULSEL, Makassar– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan melalui Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) sekaligus Jaksa Eksekutor Bidang Pidana Umum, bersama Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar dan didukung penuh oleh Tim Intelijen Kejati Sulsel, resmi melaksanakan eksekusi penahanan terhadap terpidana kasus kosmetik berbahaya, Mira Hayati. Eksekusi ini dilaksanakan pada Rabu (18/2/2026) setelah pihak kejaksaan menerima salinan putusan lengkap dari Pengadilan Negeri Makassar.

Proses penjemputan terhadap terpidana yang dikenal publik sebagai pemilik brand MH Cosmetic tersebut dilakukan di kediaman pribadinya di kawasan Tamalanrea, Kota Makassar. Pelaksanaan eksekusi berjalan dengan lancar, terukur, dan transparan dengan disaksikan langsung oleh aparat lingkungan setempat, yakni Ketua RT 1 RW 7, Kelurahan Kapasa Raya.

Langkah eksekusi ini merupakan tindak lanjut atas Putusan Kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 12016 K/PID.SUS/2025 tertanggal 19 Desember 2025 yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Dengan terbitnya putusan tersebut, Jaksa Eksekutor wajib segera melaksanakan eksekusi terhadap terpidana.

Berdasarkan amar putusan Mahkamah Agung, terpidana Mira Hayati terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 435 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, terkait peredaran produk skincare ilegal yang mengandung bahan berbahaya merkuri. Atas perbuatannya, terpidana dijatuhi vonis pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan denda sebesar Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah) subsider 2 (dua) bulan kurungan.

Pada tingkat pertama, PN Makassar memvonis Mira Hayati 10 bulan penjara. Jaksa kemudian mengajukan banding, dan PT Makassar memperberat hukuman menjadi 4 tahun penjara.

Sebelum dijebloskan ke penjara, terpidana terlebih dahulu diamankan dan menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Setelah dinyatakan sehat, terpidana langsung dibawa menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Makassar untuk mulai menjalani masa hukumannya.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Didik Farkhan Alisyahdi menegaskan bahwa tidak ada ruang kompromi dalam penegakan hukum terhadap kasus yang membahayakan kesehatan masyarakat ini.

“Saya telah memberikan instruksi yang sangat jelas dan tegas kepada jajaran Aspidum Kejati Sulsel dan Kejari Makassar untuk segera melakukan eksekusi. Tidak ada perlakuan istimewa bagi siapa pun. Hukum harus ditegakkan secara profesional,” tegas Kajati Sulsel.

Kajati Sulsel juga menambahkan bahwa pelaksanaan eksekusi ini sekaligus menjadi peringatan keras (warning) bagi seluruh pelaku usaha kosmetik ilegal, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.

“Melalui eksekusi ini, kami ingin mengirimkan pesan yang sangat jelas. Jangan main-main dengan hukum, dan jangan korbankan kesehatan masyarakat demi keuntungan pribadi. Kami akan kejar dan kami tindak tegas,” jelasnya.

  • Penulis: Sorotan Rakyat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Disiplin dan Tanggung Jawab Pegawai, Karutan Kelas I Makassar Gelar Apel Pagi Rutin

    • calendar_month Sen, 12 Okt 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 45
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar melaksanakan apel pagi rutin sebagai bentuk komitmen nyata dalam memperkuat disiplin, tanggung jawab, dan kesiapan seluruh pegawai dalam menjalankan tugas dan fungsi Pemasyarakatan. Senin (12/10/2026). Kegiatan apel pagi yang berlangsung di halaman Rutan Kelas I Makassar tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pegawai dengan tertib, khidmat, dan […]

  • Wujudkan Jaminan Kesehatan, Dukcapil Laksanakan Perekaman Data Kependudukan di Lapas Watampone

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 262
    • 0Komentar

    WATAMPONE — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bone melaksanakan kegiatan verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK), perekaman biometrik, dan pemadanan data kependudukan bagi tahanan dan narapidana, Senin (27/04). Pelaksanaan kegiatan bertujuan untuk mempercepat pemenuhan hak administrasi kependudukan bagi seluruh warga binaan sekaligus mendukung optimalisasi akses layanan jaminan […]

  • Langkah Tegas Zero HALINAR, Rutan Masamba Lakukan Pemusnahan Barang Sitaan

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Masamba – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari barang terlarang melalui pelaksanaan kegiatan Pemusnahan Barang Temuan dan Barang Sitaan hasil penggeledahan kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di Halaman Depan Rutan Masamba. Kegiatan […]

  • Lapas Kelas IIB Maros Laksanakan Bakti Sosial Peringati Hari Bakti Kemenimipas Tahun 2025

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 114
    • 0Komentar

    MAROS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pembagian paket kebutuhan pokok kepada masyarakat kurang mampu di sekitar lingkungan lapas dalam rangka memperingati Hari Bakti Kemenimipas Tahun 2025, Jumat (14/11). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian nyata yang terus diupayakan lapas bagi masyarakat sekitar. Kepala Lapas Kelas IIB Maros, […]

  • Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Kelas IIB Maros Laksanakan Penanaman Bibit Pisang

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 178
    • 0Komentar

    MAROS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros melaksanakan kegiatan penanaman bibit pisang sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Selasa (14/04). Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (Kemenimipas RI) yang menitikberatkan pada pemberdayaan dan kemandirian. Kegiatan penanaman dilaksanakan di area lahan pembinaan Lapas […]

  • Rutan Makassar Bantah Dugaan Pungli Rp13 Juta dan Katering Berbayar

    • calendar_month Sab, 24 Okt 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 26
    • 0Komentar

    MAKASSAR— Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar membantah dugaan pungutan liar sebesar Rp13 juta terhadap warga binaan baru serta isu katering berbayar senilai Rp200 ribu yang beredar di masyarakat. Kepala Rutan Kelas I Makassar, Yohanes Dias Sanyoto, menegaskan bahwa pihaknya telah menelusuri informasi mengenai dugaan pungutan terhadap warga binaan berinisial JM, yang masuk ke […]

error: Content is protected !!
expand_less