Lapas Narkotika Sungguminasa Dukung Kegiatan Anjangsana Natal Oikumene TNI, Polri dan ASN Kabupaten Gowa
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Jum, 9 Jan 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar

SUNGGUMINASA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan anjangsana Natal Oikumene TNI, Polri dan ASN Kabupaten Gowa Tahun 2025, yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan kasih kepada sesama, Jumat (9/1/2026).
Kegiatan anjangsana ini dilaksanakan berdasarkan surat Panitia Natal Oikumene TNI, Polri dan ASN Kabupaten Gowa, sebagai rangkaian perayaan Natal Oikumene. Kehadiran panitia disambut dengan baik oleh jajaran Lapas Narkotika Sungguminasa serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
WBP yang beragam latar belakang dan beragama Nasrani tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terlihat selama kegiatan berlangsung, yang diisi dengan silaturahmi, doa bersama, serta penyampaian pesan-pesan penguatan iman dan motivasi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi WBP, khususnya pembinaan kerohanian, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam proses perubahan sikap dan perilaku WBP ke arah yang lebih baik. Lapas Narkotika Sungguminasa senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan positif yang mampu menumbuhkan nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan semangat memperbaiki diri bagi warga binaan.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan anjangsana Natal Oikumene di lingkungan lapas.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memiliki nilai kemanusiaan dan pembinaan yang kuat. WBP terlihat antusias dan merasakan langsung perhatian serta kasih dari berbagai unsur TNI, Polri, dan ASN. Ini sangat baik untuk membangun mental, spiritual, dan motivasi mereka agar berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Gunawan.
Ia menambahkan bahwa Lapas Narkotika Sungguminasa terbuka terhadap kegiatan positif yang bersifat pembinaan. “Kami percaya bahwa pembinaan kepribadian, termasuk pembinaan keagamaan, merupakan bagian penting dalam proses Pemasyarakatan. Harapannya, WBP dapat menjalani masa pidana dengan lebih bermakna dan siap kembali ke masyarakat,” tutupnya.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar