Krisis Air Bersih, Warga Kerung-kerung Didampingi GEMPAK HAM Geruduk PDAM Makassar, Ini Respon Perusahaan
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
MAKASSAR – Puluhan warga Jalan Kerung-kerung menggelar aksi protes dengan mendatangi langsung Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar pada Jumat (22/5/2026) lalu.
Kedatangan warga yang didampingi oleh Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Mahasiswa Pemuda Keadilan Pemantau Hak Asasi Manusia (GEMPAK HAM) ini dipicu oleh krisis air bersih yang terus mencekik wilayah mereka.
Warga datang membawa jeritan yang sama: sulitnya mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, sementara kewajiban membayar tagihan bulanan tetap berjalan.
Perwakilan warga, Hisbullah, sempat mengabadikan keresahan masyarakat melalui rekaman video ponsel saat aksi berlangsung.
Dalam rekaman tersebut, seorang warga meluapkan kekesalannya terkait buruknya pelayanan.
“Kalau mau bayar jalan lagi (airnya), kalau sudah bayar mati lagi,” ujar salah satu warga dalam rekaman video tersebut, menggambarkan ironi pelayanan yang mereka terima.
Kondisi memprihatinkan ini dikonfirmasi kembali pada Senin siang (25/5/2026) pukul 13.00 WITA.
Saat dihubungi oleh wartawan, Hisbullah menegaskan bahwa krisis air bersih di Jalan Kerung-kerung dan sekitarnya adalah fakta pahit yang masih dihadapi warga hingga hari ini.
Emil Salim, S.E., S.H., selaku Ketua GEMPAK HAM yang memimpin pendampingan warga, menegaskan bahwa masyarakat kecil memiliki hak yang sama dalam mengakses fasilitas dasar.
Warga berharap manajemen PDAM Kota Makassar segera mengambil tindakan nyata tanpa pandang bulu.
“Warga berharap pihak PDAM Kota Makassar tolong jangan beda-bedakan kami.
Rakyat kecil manusia juga,” tegas Emil Salim menyampaikan pesan mendalam dari para warga yang terdampak.
Tanggapan dan Solusi PDAM Kota Makassar
Aksi unjuk rasa ini langsung mendapat respons positif dari manajemen PDAM Kota Makassar.
Guna menyelesaikan masalah tersebut, pihak PDAM bergerak cepat dengan merencanakan pertemuan tatap muka bersama warga pada tanggal 25 atau 26 Mei 2026.
Pihak PDAM menyatakan komitmennya untuk bertemu langsung dan berkolaborasi dengan warga dalam mencari solusi terbaik.
Langkah kolaboratif ini diambil agar pasokan air bersih di wilayah Jalan Kerung-kerung dapat segera mengalir normal kembali seperti yang diharapkan masyarakat.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar