Gerakan Mahasiswa Indonesia Geruduk Polda Sulsel, Desak Usut Dugaan Pengangkutan Limbah Avtur dari Lanud Makassar Dioplos dan Diperjualbelikan
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Sab, 22 Agu 2026
- visibility 54
- comment 0 komentar

MAKASSAR — Gerakan Mahasiswa Indonesia yang dipimpin oleh Muh April menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Sulawesi Selatan, Jumat (21/8/2026), dengan menyoroti dugaan pengangkutan bahan bakar pesawat jenis avtur yang disebut berasal dari Lanud Makassar dan diangkut menggunakan armada transportir bertuliskan PT Citra Jaya Makmur. Dalam aksinya, massa mendesak Polda Sulsel segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan asal-usul avtur, mekanisme pengeluarannya, legalitas pengangkutan, hingga pihak-pihak yang diduga terlibat dalam proses distribusi bahan bakar tersebut.
Massa aksi juga menyoroti dugaan bahwa avtur tersebut tidak hanya diangkut keluar, tetapi diduga kemudian dioplos atau dicampur dengan bahan tertentu sebelum diperjualbelikan secara bebas kepada masyarakat maupun untuk kebutuhan industri. Menurut Muh April, dugaan tersebut harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena menyangkut pengelolaan dan distribusi bahan bakar yang seharusnya berada dalam pengawasan ketat. Oleh karena itu, massa meminta kepolisian menelusuri secara detail alur distribusi avtur, mulai dari dugaan sumbernya di Lanud Makassar, proses pengangkutan menggunakan armada yang bertuliskan PT Citra Jaya Makmur, lokasi penyimpanan, dugaan proses pencampuran, hingga pihak-pihak yang diduga menerima dan memperjualbelikan bahan bakar tersebut.
Gerakan Mahasiswa Indonesia mendesak Kapolda Sulsel segera membentuk tim penyelidikan untuk memeriksa seluruh pihak terkait, termasuk perusahaan transportir, sopir kendaraan, pihak yang bertanggung jawab atas pengeluaran dan pengelolaan bahan bakar di lokasi yang disebutkan, serta pihak yang diduga menjadi penerima atau pembeli. Massa juga meminta aparat memeriksa dokumen pengangkutan, surat jalan, catatan keluar-masuk bahan bakar, serta bukti lain yang dapat mengungkap apakah terdapat pelanggaran dalam proses pengeluaran, pengangkutan, pencampuran, dan distribusi avtur tersebut.
Muh April menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kontrol masyarakat agar dugaan praktik ilegal tersebut tidak dibiarkan tanpa penanganan. Massa meminta Polda Sulsel bertindak tegas dan transparan serta mengumumkan perkembangan penyelidikan kepada publik. Mereka menyatakan akan terus mengawal persoalan ini sampai terdapat kejelasan hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, seluruh dugaan mengenai asal avtur dari Lanud Makassar, penggunaan armada bertuliskan PT Citra Jaya Makmur, dugaan pengoplosan, serta dugaan penjualan bebas masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan aparat berwenang. Pihak PT Citra Jaya Makmur, Lanud Makassar, dan pihak lain yang disebut memiliki hak untuk memberikan klarifikasi atau bantahan atas dugaan tersebut.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar