Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Junara Menilai Penangguhan Penahanan Bukan Akhir Perjuangan, Tetapi Awal untuk Membuktikan Dirinya Tidak Bersalah di Mata Hukum

Junara Menilai Penangguhan Penahanan Bukan Akhir Perjuangan, Tetapi Awal untuk Membuktikan Dirinya Tidak Bersalah di Mata Hukum

  • account_circle Sorotan Rakyat
  • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
  • visibility 154
  • comment 0 komentar

Medan – Setelah 153 hari menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medan, Junara Alberto Hutahaean akhirnya bisa kembali menghirup udara bebas. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap dirinya dalam perkara dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang selama ini menyeret namanya ke meja hijau.

Putusan tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Majelis Hakim, Khamozaro Waruwu, dalam sidang yang berlangsung di ruang Cakra VI Pengadilan Negeri Medan. Perkara itu bermula dari laporan empat nama pelapor, yakni Rudianto Richard Jecksen Lumbantobing, Santi Andriani, Andhika Charlie, dan Chintya, yang menuding Junara sebagai pelaku.

Selama proses hukum berjalan, Junara harus menjalani masa tahanan yang cukup panjang meski dirinya terus menyatakan bahwa ia bukan pelaku utama. Ia mengaku justru menjadi korban pengeroyokan dan hanya berusaha menyelamatkan diri dari situasi yang mengancam keselamatannya.

Ketika hakim menyatakan penangguhan dikabulkan, suasana ruang sidang langsung dipenuhi rasa haru. Junara yang selama berbulan-bulan hidup di balik jeruji besi segera menghampiri kedua orang tuanya yang hadir mengikuti jalannya persidangan.

Sang ibu, Hermawati boru Siahaan, menangis sambil memeluk erat anaknya yang akhirnya bisa pulang. Ayahnya, Sihol Poltak Panangian Hutahaean, juga tampak tak mampu menyembunyikan rasa haru setelah sekian lama menanti momen tersebut.

Bagi keluarga, hari itu menjadi titik terang setelah berbulan-bulan menghadapi tekanan batin dan proses hukum yang mereka anggap penuh kejanggalan. Mereka datang dari kampung hanya untuk menyaksikan sendiri bahwa Junara benar-benar keluar dari tahanan.

Setelah persidangan selesai, tim kuasa hukum bersama keluarga langsung menuju Rutan Kelas I Medan untuk menjemput Junara pada 30 April 2026 sekitar pukul 00.00 WIB. Kebebasan sementara itu menjadi awal baru dalam perjuangan hukumnya menuju putusan akhir.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Majelis Hakim, khususnya Bapak Khamozaro Waruwu, serta semua pihak yang membantu hingga saya akhirnya bisa keluar setelah 153 hari ditahan. Saya hanya ingin keadilan ditegakkan,” ujar Junara.

Ia mengatakan masa penahanan itu menjadi pengalaman paling berat dalam hidupnya. Menurutnya, selama ini dirinya hanya melakukan pembelaan diri secara terpaksa atau noodweer karena situasi saat kejadian sangat membahayakan dirinya.

Junara juga menyebut salah satu pihak bernama Andhika Charlie saat kejadian diduga membawa senjata tajam berupa parang. Hal itu menurutnya menjadi fakta penting yang seharusnya tidak diabaikan dalam proses hukum yang sedang berjalan.

Namun yang menjadi pertanyaan besar, hingga saat ini Andhika Charlie yang disebut masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) di Polrestabes Medan belum juga diamankan. Sementara dirinya justru harus lebih dulu mendekam di tahanan selama berbulan-bulan.

“Kalau saya bisa ditahan selama ini, kenapa orang yang masih berstatus DPO belum juga ditangkap? Ini yang membuat publik mempertanyakan keseriusan aparat dalam menegakkan hukum secara adil,” tegas Junara.

Kuasa hukum Junara, Simon Budi Satria Panggabean, menilai keputusan majelis hakim menjadi bukti bahwa keadilan masih memiliki ruang di persidangan. Ia menyebut penangguhan tersebut bukan keputusan biasa, melainkan keberanian hakim melihat fakta yang sebenarnya.

“Kami menghormati putusan majelis hakim. Ini bukan hanya penangguhan biasa, tetapi penegasan bahwa fakta-fakta persidangan menunjukkan klien kami adalah korban. Junara bukan pelaku seperti yang selama ini dibangun dalam laporan itu,” kata Simon.

Pihaknya kini fokus menghadapi sidang putusan akhir yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei 2026. Mereka berharap majelis hakim dapat memberikan putusan yang objektif dan membebaskan Junara sepenuhnya dari tuduhan tersebut.

“Kami percaya hukum tidak boleh tunduk pada laporan yang dipaksakan, apalagi jika laporan tersebut mengandung keterangan palsu. Putusan nanti harus menjadi akhir dari kriminalisasi terhadap Junara,” tutupnya.

Kini Junara telah kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarganya. Namun perjuangan hukumnya belum selesai, karena sidang putusan mendatang akan menjadi penentu apakah keadilan benar-benar ditegakkan atau justru kembali melukai pencari keadilan.

  • Penulis: Sorotan Rakyat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Commander Wish Pagi Sat Lantas Polres Takalar, Hujan Tak Halangi Pelayanan Prima

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 248
    • 0Komentar

    TAKALAR — Komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh Personel Satuan Lalu Lintas Polres Takalar Senin pagi, 15 Desember 2025, sejak pukul 07.00 Wita hingga selesai, personel Sat Lantas turun langsung ke sejumlah titik rawan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Takalar untuk melaksanakan kegiatan commander wish […]

  • REBUT KEDAULATAN RAKYAT! ! LAWAN MANUVER PRABOWO-GIBRAN KAVLING PILPRES 2029 SEJAK DINI

    • calendar_month Sel, 13 Okt 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 94
    • 0Komentar

    JAKARTA — Alarm keras disuarakan Aktivis 98, dalam Pers Conference di Tebet Jakarta Selatan . Bilung silaen aktivis 98 mengecam keras manuver Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka yang dinilai sudah ugal-ugalan melakukan kampanye terselubung Pilpres 2029, padahal rakyat sedang susah. “Pemilu 2029 masih jauh, tapi Prabowo-Gibran sudah keliling kemana-mana kampanye. Ini Presiden […]

  • Semarak Ramadhan, Warga Binaan Rutan Pangkep Khatamkan Al-Qur’an 30 Juz Tiap Malam

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 200
    • 0Komentar

    PANGKEP — Bulan suci Ramadhan dimanfaatkan secara maksimal oleh warga binaan Rutan Kelas IIB Pangkep melalui kegiatan tadarrus Al-Qur’an yang rutin dilaksanakan selepas salat Tarawih. Kegiatan pembinaan keagamaan ini berlangsung di Masjid Baitut Taubah Rutan Pangkep dan menjadi agenda tetap setiap tahunnya, Selasa (24/2). Sebanyak 30 warga binaan terlibat dalam tadarrus bersama dengan sistem pembagian […]

  • Orientasi CPNS 2024: Karutan Pangkajene Bekali CPNS Keterampilan Penggunaan Alat Pengaman pada Lapas/Rutan

    • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Makassar – Sebagai bagian dari orientasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan (Kanwil Ditjenpas Sulsel) Tahun 2024, Kepala Rutan Kelas IIB Pangkajene menyampaikan materi mengenai Penggunaan Alat Pengaman pada Lapas/Rutan, Rabu (11/6). Bertempat di Aula Kanwil Ditjenpas Sulsel, kegiatan ini diikuti oleh 165 orang CPNS yang akan ditempatkan pada […]

  • Rutan Barru Gelar Sosialisasi Pembimbingan Pemasyarakatan

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 322
    • 0Komentar

    BARRU – Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Barru, Hardiman bersama jajaran pejabat struktural dan warga binaan menghadiri kegiatan sosialisasi pemenuhan hak warga binaan dalam bidang pembimbingan pemasyarakatan yang berlangsung di Aula Sipakalebbi Rutan Barru, Senin (4/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Kabid Pembimbing Kemasyarakatan Kanwil Ditjen Pas Sulawesi Selatan ini dibuka dengan memaparkan kondisi serta program pembinaan […]

  • Bangun Kesadaran Hukum Sejak Dini, Bhabinkamtibmas Sambangi SMP Satap Homebase

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 230
    • 0Komentar

    TAKALAR -– Dalam rangka menjaga dan memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Bhabinkamtibmas Desa Towata Bripka M. Amir melaksanakan kegiatan kunjungan ke SMP Satap Homebase yang berlokasi di Dusun Jennetalassa, Desa Towata, Kecamatan Polut, Kabupaten Takalar, Jumat (24/10/2025) pagi. Dalam kunjungan tersebut, Bripka Amir memberikan imbauan dan pesan-pesan kamtibmas kepada para siswa, agar senantiasa […]

error: Content is protected !!
expand_less