Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Polemik Pembongkaran Polisi Tidur di Lorong 55 Makassar Memanas, Warga Tuntut Kejelasan

Polemik Pembongkaran Polisi Tidur di Lorong 55 Makassar Memanas, Warga Tuntut Kejelasan

  • account_circle Sorotan Rakyat
  • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
  • visibility 64
  • comment 0 komentar

MAKASSAR — Polemik pembongkaran polisi tidur di Lorong 55, Jalan Sungai Limboto, Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, belum menemukan titik temu. Di tengah desakan publik, warga justru membongkar sejumlah fakta yang dinilai bertolak belakang dengan alasan pembongkaran yang disampaikan pihak kelurahan.

Polisi tidur tersebut dibangun secara swadaya oleh warga menggunakan dana pribadi. Sebelum dikerjakan, warga mengaku telah mengkomunikasikan rencana pembangunan kepada pihak RT dan Kelurahan Lajangiru.

“Kalau memang dari awal tidak boleh, kenapa saat kami minta izin justru diizinkan? Setelah jadi, malah dibongkar. Ini yang sampai sekarang belum dijelaskan secara terang kepada warga,” ujar Dirgam Maulana, warga Lorong 55, dalam video yang beredar luas di media sosial, Senin (10/8).

Dirga mengaku masih menyimpan bukti percakapan WhatsApp dan rekaman telepon terkait proses perizinan tersebut. Menurutnya, bukti itu dapat menjelaskan kronologi sebelum pembangunan dilakukan.

Kekecewaan warga semakin memuncak karena alasan pembongkaran yang disampaikan tidak konsisten.

Awalnya warga mendapat informasi bahwa pembongkaran dilakukan karena ada laporan yang masuk melalui aplikasi pengaduan Lontara. Namun dalam kesempatan lain, pembongkaran disebut karena polisi tidur dianggap berpotensi merusak badan jalan.

“Alasannya berubah-ubah. Ada yang bilang karena laporan, ada yang bilang karena merusak jalan. Makanya warga minta penjelasan resmi supaya semuanya terang,” kata Dirgam.

Lebih lanjut, warga mengungkap bahwa sebelum dibongkar, pihak RT sempat meminta agar tinggi polisi tidur diturunkan karena dianggap terlalu tinggi. Permintaan itu langsung dipenuhi warga dan bahkan proses perbaikannya disaksikan serta dibantu oleh pihak lingkungan.

“Katanya terlalu tinggi, jadi kami rendahkan. Tidak ada penolakan dari warga. Kami ikuti saran itu karena tujuannya memang untuk keselamatan bersama,” jelasnya.

Hal ini memunculkan pertanyaan: jika polisi tidur sudah diperbaiki sesuai masukan, mengapa kemudian tetap dibongkar tanpa ada musyawarah dengan warga?

Dirga menegaskan, pembangunan polisi tidur bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan murni demi keselamatan. Sebelumnya telah terjadi sedikitnya dua insiden yang melibatkan anak-anak di lorong tersebut akibat kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi.

“Sudah ada korban anak-anak warga. Itu sebabnya masyarakat sepakat membuat polisi tidur secara swadaya. Tujuannya bukan untuk menghalangi orang lewat, tapi untuk memperlambat kendaraan yang masuk ke lorong,” tegasnya.

Di tengah polemik, warga juga menyebut Lurah Lajangiru, Rano Karno, sempat mendatangi rumah warga untuk menyampaikan permintaan maaf. Dalam pertemuan itu juga disampaikan rencana pembangunan kembali polisi tidur yang telah dibongkar.

“Beliau pernah datang meminta maaf dan menyampaikan akan diperbaiki kembali. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan kapan dibangun lagi,” ungkap Dirgam.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik. Jika polisi tidur dianggap bermasalah secara teknis, mengapa muncul komitmen untuk membangunnya kembali? Sebaliknya, jika memang layak dibangun ulang, mengapa pembongkaran dilakukan tanpa sosialisasi yang memadai?

Sejumlah tokoh masyarakat menilai persoalan ini sudah meluas. Bukan lagi sekadar soal polisi tidur, tetapi menyangkut tata kelola pemerintahan, transparansi pelayanan publik, dan komunikasi pemerintah dengan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada penjelasan resmi terkait hasil verifikasi laporan Lontara, identitas pelapor, dasar teknis pembongkaran, maupun regulasi yang menjadi landasan keputusan.

Sebelumnya, Lurah Lajangiru Rano Karno menyatakan pembongkaran dilakukan atas dasar laporan masyarakat di Lontara. Sementara Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, mengaku baru mengetahui polemik ini dan akan meminta klarifikasi ke pihak kelurahan. Pemerintah Kota Makassar juga belum memberikan keterangan resmi.

Di tengah belum adanya kepastian, warga hanya meminta satu hal: penjelasan yang jujur dan keputusan yang konsisten dari pemerintah terhadap fasilitas lingkungan yang mereka bangun sendiri demi keselamatan bersama.

  • Penulis: Sorotan Rakyat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Takalar Jalin Kedekatan dengan Warga Lewat Safari Jumat dan Jumat Curhat di Galesong Selatan

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 91
    • 0Komentar

    TAKALAR — Menjalin silaturahmi sekaligus mempererat hubungan kemitraan dengan masyarakat, Polres Takalar melalui Satuan Binmas melaksanakan Safari Jumat yang dirangkaikan dengan kegiatan Jumat Curhat di Masjid Baburrahman, Dusun Borongjati, Desa Tarembang, Kecamatan Galesong Selatan, Jumat (31/10/2025) siang. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Takalar AKP Ahmad Koembara, S.H., M.H. didampingi Kapolsek Galesong Selatan […]

  • Lapas Watampone Bersama Pemkab Bone Wujudkan Komitmen Lindungi Anak

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 44
    • 0Komentar

    WATAMPONE — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bone dalam mendukung perlindungan dan pemenuhan hak anak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi pada Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kabupaten Bone Tahun 2026 yang diwakili oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat), Kamis (23/7). Upacara yang […]

  • BARBERSHOP RUTAN MAKASSAR ASAH KETERAMPILAN WARGA BINAAN MENUJU KEMANDIRIAN

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 46
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Rumah Tahanan Negara Kelas I Makassar terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan melalui program pembinaan kemandirian, salah satunya di bidang **barbershop**. Melalui program ini, warga binaan dibekali keterampilan memangkas rambut sebagai bekal yang bernilai untuk membuka peluang usaha maupun bekerja secara mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat. **Rabu (15/07).** Selain menjadi wadah […]

  • APEL PAGI RUTAN MAKASSAR KARUTAN TEGASKAN KOMITMEN ZERO NARKOBA DAN HANDPHONE

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 124
    • 0Komentar

    MAKASSAR  — Rumah Tahanan Negara Kelas I Makassar melaksanakan kegiatan apel pagi yang diikuti oleh seluruh jajaran petugas, sebagai bentuk penguatan disiplin dan kesiapan dalam menjalankan tugas, Senin pagi. Kegiatan apel dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Makassar yang dalam arahannya menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan rutan yang bersih Handphone, Pungutan dan Narkoba […]

  • PANEN SELADA DISAMBUT PEMBELI, HASIL BUDIDAYA WARGA BINAAN RUTAN MAKASSAR KEMBALI DAPAT APRESIASI

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Makassar – Sebagai bentuk nyata keberlanjutan program ketahanan pangan, Rutan Kelas I Makassar kembali melaksanakan panen selada hasil budidaya warga binaan. Panen yang rutin dilaksanakan ini tidak hanya menunjukkan konsistensi dalam pengelolaan program pembinaan kemandirian, tetapi juga kembali mendapat sambutan positif dari masyarakat dengan hadirnya pembeli yang datang langsung ke Rutan Makassar untuk mengambil pesanan. […]

  • The Best Islands to Visit for Your Next Tropical Getaway

    • calendar_month Sel, 31 Agu 2021
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 203
    • 0Komentar

    The recent trade agreement between Iskera and Nolinia marks a historic milestone, aiming to boost economic stability and resilience in times of crisis. This pact brings strategic cooperation and unprecedented exchange opportunities, offering both countries a path toward economic growth and prosperity. Trade policies designed to adapt to current market demands and challenges are fundamental […]

error: Content is protected !!
expand_less