Gerebek Kampung Narkoba Sapiria Borta Tallo, Satnarkoba Polrestabes Makassar Amankan 104 Orang dan Tangkap 3 Bandar
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Sab, 10 Okt 2026
- visibility 71
- comment 0 komentar

MAKASSAR – Kepolisian menggerebek kawasan yang dikenal sebagai Kampung Narkoba Sapiria Borta, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, dalam operasi gabungan Polrestabes Makassar, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Selatan, serta Satresnarkoba Polres Pelabuhan Makassar.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 104 orang diamankan, sementara tiga orang yang diduga sebagai bandar narkotika berhasil ditangkap.
Penggerebekan tersebut terungkap dalam konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Sugeng Sudarso, Wadir Ditresnarkoba AKBP Yudi Friyanto, S.I.K., M.H., serta Kasat Narkoba Polrestabes Makassar AKBP Lulik Febyantara, Sabtu dini hari (10/10/2026).
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menjelaskan bahwa operasi tersebut dilakukan karena kawasan Sapiria Borta di wilayah Tallo telah berulang kali menjadi perhatian aparat terkait dugaan maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
“Latar belakangnya, Kampung Sapiria Borta di wilayah Tallo ini memang sudah kerap kali diketahui bahwa peredaran narkoba di sana cukup besar,” ujar Arya saat memberikan keterangan kepada awak media.
Operasi gabungan tersebut melibatkan 80 personel Polrestabes Makassar, 25 personel Ditresnarkoba Polda Sulsel, serta sejumlah personel Polres Pelabuhan Makassar. Menurut Arya, penggerebekan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika di Kota Makassar.
Dari 104 orang yang diamankan, polisi langsung melakukan pemeriksaan urine. Hasilnya, sebanyak 98 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkotika, sedangkan 6 orang lainnya dinyatakan negatif.
Arya menegaskan, penanganan terhadap orang-orang yang diamankan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan barang bukti yang ditemukan oleh penyidik.
“Kalau memang ada barang bukti, kita akan proses lanjut. Tetapi yang tidak ada barang bukti, maka nanti akan kita rehabilitasi bersama-sama dengan pihak pemerintah juga atau pihak swasta,” jelasnya.
Adapun 6 orang yang hasil tes urinenya negatif akan didata dan dikembalikan kepada keluarganya. Namun identitas mereka tetap dicatat untuk kepentingan penyelidikan apabila diperlukan.
“Kalau yang negatif, ya enggak ada pidananya, kita kembalikan. Tapi kita catat namanya, kita data, ya mungkin kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap tiga orang yang diduga berperan sebagai bandar narkotika. Ketiganya masing-masing berinisial P, A, dan W.
Arya menyebut, salah satu terduga bandar berinisial P telah lama menjadi target operasi kepolisian dan berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Ada tiga. P, A, dan W. Ini yang satu memang sudah ditarget, sudah dicari, dan inisialnya P. Ini juga residivis, sudah berkali-kali,” ungkap Arya.
Meski demikian, penyidik masih perlu mendalami peran masing-masing terduga pelaku, termasuk dugaan keterlibatan mereka dalam aktivitas peredaran narkotika di kawasan tersebut.
Dari operasi itu, polisi menyita barang bukti berupa sabu seberat sekitar 10 gram, uang tunai Rp49.600.000 yang diduga berasal dari hasil penjualan narkotika, 104 set alat isap atau bong, dua unit timbangan digital, 26 unit telepon genggam, serta sejumlah saset kosong.
Polisi juga membongkar pintu baja yang menurut keterangan aparat digunakan sebagai loket transaksi narkotika di lokasi tersebut. Keberadaan pintu baja tersebut diduga dimanfaatkan untuk membatasi akses masuk ke lokasi sehingga menyulitkan aparat saat melakukan penindakan.
Arya menjelaskan, pintu besi itu sebelumnya pernah dibongkar dalam penggerebekan pada tahun lalu. Namun, penghalang tersebut kembali dibangun dengan konstruksi yang lebih kuat.
“Setelah dirobohkan tahun lalu, tahun ini dibangun lagi lebih kuat lagi. Jadi kita robohkan lagi dan kita tangkap semua penggunanya,” kata Arya.
Penggerebekan di kawasan tersebut tidak berlangsung tanpa hambatan. Arya mengungkapkan, personel gabungan sempat mendapat perlawanan dari sejumlah orang di sekitar lokasi.
“Ada perlawanan. Anggota dari Polda, dari Ditresnarkoba, juga dari Polrestabes, dari Satresnarkoba, itu dilempari batu, dilempari kayu,” ujarnya.
Meski menghadapi perlawanan, petugas tetap melanjutkan operasi hingga mengamankan sejumlah orang dan barang bukti yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan serta peredaran narkotika.
Selain mengungkap dugaan aktivitas peredaran narkotika di tingkat lokal, kepolisian juga mendalami kemungkinan adanya jaringan pemasok dari luar daerah.
Arya mengatakan, berdasarkan sejumlah pengungkapan kasus sebelumnya, terdapat indikasi jalur peredaran narkotika dari Malaysia melalui Kalimantan hingga masuk ke Sulawesi Selatan.
“Dari beberapa kali kita melakukan pengungkapan, diketahui jaringannya, jaringan dari luar, dari Malaysia melalui Kalimantan masuk ke Sulawesi Selatan,” ungkapnya.
Namun, keterkaitan jalur tersebut dengan kasus penggerebekan di Sapiria Borta masih harus dibuktikan melalui penyelidikan lebih lanjut. Kepolisian juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan jalur masuk narkotika, termasuk pelabuhan dan pulau-pulau terluar.
Menanggapi dugaan kaitan peredaran narkotika dengan aksi tawuran yang kerap terjadi di sekitar kawasan Tallo, Arya menyebut isu tersebut akan didalami, namun belum dapat disimpulkan sebagai hubungan sebab-akibat dalam perkara ini.
“Memang isu itu ada, tapi kita pasti dalami kaitan antara tawuran dengan masuknya narkoba di sana,” kata Arya.
Arya menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak hanya dilakukan di Makassar, melainkan juga di sejumlah wilayah lain di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari program Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).
“Ini adalah program yang akan kita terus lakukan guna menciptakan Indonesia bersih dari narkoba,” ujarnya.
Ia menyebut operasi serupa turut dilaksanakan di Toraja Utara dan beberapa wilayah lainnya. Hingga konferensi pers berlangsung, pemeriksaan terhadap 104 orang yang diamankan masih berjalan. Polisi menyatakan akan menyampaikan informasi lebih lanjut setelah identitas, pekerjaan, dan peran masing-masing pihak diketahui secara jelas.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar