Lapas Watampone Asesmen 140 Narapidana untuk Pemetaan Program Pembinaan
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Jum, 23 Okt 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar

WATAMPONE – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone melaksanakan kegiatan asesmen terhadap 140 narapidana dengan melibatkan pegawai klinik, peserta magang, dan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Kamis (22/10).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi, kebutuhan, minat, bakat, serta potensi narapidana sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan program pembinaan dan kegiatan kerja yang sesuai.
Dalam pelaksanaannya, asesmen dilakukan melalui pemeriksaan fisik berupa pengukuran berat badan, tinggi badan, serta tekanan darah, serta pengisian formulir asesmen yang meliputi skrining awal, verifikasi status penggunaan narkotika, penilaian kesiapan fisik dan mental, serta identifikasi risiko dan stabilitas.
Selain itu, asesmen juga mencakup penilaian minat, bakat, motivasi, dan sikap kerja narapidana. Seluruh hasil penilaian kemudian direkapitulasi dalam bentuk skor untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi, kemampuan, dan kesiapan masing-masing narapidana dalam mengikuti program pembinaan.
Pelaksanaan asesmen ini bertujuan untuk membantu petugas memetakan kebutuhan dan potensi narapidana secara lebih terukur, sehingga program pembinaan dan kegiatan kerja dapat disesuaikan dengan kemampuan, minat, serta kondisi fisik dan mental mereka. Dengan demikian, pelaksanaan pembinaan diharapkan berlangsung lebih terarah, efektif, dan sesuai kebutuhan masing-masing narapidana.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh pegawai klinik dengan melibatkan peserta magang dan mahasiswa PPL yang turut membantu proses pengumpulan data dan pelaksanaan asesmen sesuai arahan petugas. Keterlibatan tersebut sekaligus menjadi sarana pembelajaran praktik secara langsung bagi peserta magang dan mahasiswa PPL untuk memahami pelaksanaan kegiatan di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, menyampaikan bahwa asesmen merupakan langkah penting untuk memperoleh data komprehensif mengenai narapidana sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan pembinaan.
“Melalui asesmen ini, diharapkan dapat diketahui kondisi, kebutuhan, serta potensi masing-masing narapidana sehingga program pembinaan dan kegiatan kerja yang diberikan dapat lebih tepat sasaran. Keterlibatan peserta magang dan mahasiswa PPL juga menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman praktik secara langsung di lingkungan pemasyarakatan,” ujar Rahnianto.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Watampone terus berupaya mengoptimalkan pelaksanaan pembinaan dengan mengedepankan pendekatan yang terarah dan sesuai dengan kebutuhan narapidana. Hasil asesmen diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mendukung pengembangan keterampilan, peningkatan motivasi, serta kesiapan narapidana untuk kembali ke tengah masyarakat.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar