Tengah Malam di Rumah Jurnalis: Didatangi 3 Pria Usai Bongkar Dugaan Adu Ayam “Big Game” Rp1 Miliar
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Sel, 25 Agu 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar

MAKASSAR — Jarum jam menunjukkan pukul 00.30 WITA, Selasa 25 Agustus 2026. Sebagian besar warga di lorong tempat tinggal Ramli, jurnalis Matanusantara.co.id, telah terlelap.
Namun suasana berubah. Tiga orang pria disebut-sebut hadir dan berada di sekitar kediamannya.
Kedatangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Matanusantara.co.id menayangkan laporan mengenai dugaan praktik perjudian dalam pertandingan ayam Bangkok di Borong Rappo, Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
Identitas ketiganya disebut berinisial DS, AD, dan NT. Yang membuat peristiwa ini mendapat perhatian bukan hanya soal waktu dan tempatnya. Menurut kesaksian keluarga Ramli, salah satu dari mereka, DS, diduga datang dalam kondisi mabuk. Ia disebut berteriak, marah-marah, dan melontarkan ucapan yang dianggap mengancam.
Keterangan keluarga yang diterima redaksi menggambarkan malam itu berjalan tidak seperti biasanya.
Sekitar pukul 00.47 WITA, anggota keluarga mulai saling mengingatkan lewat pesan. Disebutkan ada orang yang masih berada di sekitar masjid yang tak jauh dari rumah.
“Itu masih ada di dekat mesjid,” tulis salah satu pesan.
Beberapa menit kemudian, jumlahnya disebut bertambah menjadi tiga orang. Nama DS mulai disebut dalam percakapan keluarga. Salah satunya disebut dalam keadaan emosi.
Pukul 00.53 WITA, suasana makin tegang. Keluarga meminta agar tidak ada yang keluar rumah.
“Janganmko bede dulu pulang, masih ada di ujung lorong itu orang duduk, mau lari mama.”
Pesan itu menunjukkan kekhawatiran. Beberapa orang disebut masih duduk di ujung lorong.
Tidak lama setelah itu, suara teriakan terdengar dari luar.
“Berkerumungan ki orang di luar napakamma, marah-marahi.”
Percakapan berlanjut. Disebutkan ada seseorang yang bergerak ke rumah warga lain sambil berteriak dan mencari orang.
“Pergi apa di depan rumahna TL, berteriaki dan nacari semua ko.”
Puncaknya terjadi sekitar pukul 00.59 WITA.
“Ka ributki jasi tak bangka mama.”
Hingga pukul 01.02 WITA, komunikasi antar anggota keluarga masih berlangsung. Mereka sepakat untuk tidak keluar sampai situasi benar-benar kondusif.
Redaksi menegaskan, seluruh rangkaian percakapan di atas adalah kesaksian keluarga Ramli. Belum ada rekaman, video, maupun keterangan langsung dari DS, AD, dan NT yang bisa memverifikasi secara independen. Karena itu, Matanusantara.co.id menempatkan ini sebagai klaim.
Keluarga juga menyebut ada permintaan agar pemberitaan soal adu ayam Bangkok tidak dilanjutkan.
“Dia teriak agar tidak dengar informasi tetangga soal adu ayam Bangkok.”
Bahkan ada ucapan yang diduga bernada ancaman kepada Ramli
“Mauki na tinju na bilang DS, baru dia teriak dan marah-marah, bilang tanyaki sampara (nama samaran Ramli) jangako mau ikut-ikut sama TL sama MH, jangonko dengarki, berteriaki apa, dia bilang telasoo nu.”
Pertanyaan besarnya: ada apa dengan waktu kedatangan tersebut?
Sebelumnya, Matanusantara.co.id memberitakan informasi mengenai duel ayam Bangkok Yolanda versus Theptroy.
Awalnya, pertandingan itu disebut akan digelar di kawasan Kostrad, Kabupaten Maros. Namun informasi yang berkembang kemudian menyebut lokasinya berpindah ke Borong Rappo, Gowa.
Menurut sumber yang mengaku mengetahui jalannya pertandingan, ini bukan perlombaan biasa.
“Bukan lomba ini tapi partai janjian big game,” ujarnya.
Yang mengejutkan adalah nominal yang disebut. Sumber yang sama mengklaim ada uang yang dipertemukan dalam jumlah besar.
“500 juta ke atas itu ketemu uang di atas 1 M.”
Jika benar, angkanya fantastis. Namun sampai berita ini disusun, redaksi belum mendapatkan bukti transaksi, bukti transfer, maupun bukti lain yang dapat memastikan klaim tersebut. Belum bisa dipastikan juga apakah ada unsur tindak pidana perjudian di dalamnya.
Informasi lain menyebut duel itu berakhir imbang.
“Selesaimi hasilnya draw, cuma penait yang menang Rp100 juta_.”
Keterangan ini juga belum dikonfirmasi kepada pemilik ayam maupun pihak penyelenggara. Sumber sebelumnya juga menyebut ada dugaan “uang air” dan potongan tertentu dari aktivitas di sekitar arena.
Sampai berita ini diterbitkan, DS, AD, dan NT belum dapat dimintai keterangan. http://Matanusantara.co.id masih berupaya menghubungi ketiganya untuk mendapatkan versi yang berimbang.
Redaksi juga berupaya mendapatkan informasi dari aparat kepolisian. Apakah kejadian dini hari itu sudah dilaporkan, dan apakah masuk dalam penanganan pihak berwenang.
http://Matanusantara.co.id dengan tegas membuka ruang hak jawab dan klarifikasi. Jika ada pihak yang merasa keberatan dengan pemberitaan, silakan sampaikan melalui jalur yang diatur UU Pers.
Kebebasan pers adalah hak yang dijamin undang-undang. Wartawan memiliki hak mencari dan menyampaikan informasi. Di sisi lain, pihak yang merasa dirugikan juga punya hak yang sama untuk mengklarifikasi.
Karena itu, redaksi tidak serta-merta menyimpulkan kedatangan tiga pria tersebut sebagai bentuk intimidasi.
Namun, keterangan keluarga mengenai teriakan, kemarahan, dan dugaan ancaman tetap menjadi bagian penting dalam rangkaian peristiwa ini. Semua harus diverifikasi lebih lanjut.
Kini ada dua rangkaian yang sedang kami telusuri.
Pertama, dugaan pertandingan ayam Bangkok di Borong Rappo yang disebut-sebut melibatkan uang hingga lebih dari Rp1 miliar.
Kedua, kedatangan tiga pria ke rumah jurnalis Matanusantara pada tengah malam, disertai kesaksian keluarga tentang teriakan dan ucapan yang dianggap mengancam.
Belum ada bukti yang menghubungkan keduanya secara langsung. Tapi kedekatan waktunya membuat publik berhak bertanya.
Apakah ini hanya kebetulan?
Ataukah ada benang merah yang belum terungkap?
http://Matanusantara.co.id berkomitmen untuk terus menelusuri. Menguji setiap informasi, meminta keterangan semua pihak, dan tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah.
Satu pertanyaan masih menggantung di keheningan malam itu:
Setelah dugaan adu ayam Bangkok Borong Rappo diberitakan, mengapa tiga pria datang ke rumah seorang jurnalis?
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar