Perkuat Pembinaan Kepribadian, Lapas Narkotika Sungguminasa Gelar Belajar Fiqih Ibadah Bagi Warga Binaan
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Rab, 7 Okt 2026
- visibility 51
- comment 0 komentar

GOWA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan keagamaan yang berkelanjutan.
Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Belajar Fiqih Ibadah yang diikuti oleh warga binaan di lingkungan Lapas Narkotika Sungguminasa, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman WBP mengenai ajaran Islam, khususnya terkait pelaksanaan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Materi pembelajaran disampaikan langsung oleh Muh. Arifai selaku Staf Pembina Kepribadian Lapas Narkotika Sungguminasa. Dalam penyampaiannya, ia membahas secara mendalam mengenai sumber hukum agama Islam, yaitu Al-Qur’an, Hadits Nabi, dan Ijtihad Ulama.
Materi tersebut diberikan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada WBP mengenai dasar-dasar yang menjadi landasan dalam menjalankan ajaran dan ketentuan agama Islam secara benar.
Selain sebagai ajang pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog dan pendalaman bagi WBP untuk menghubungkan pengetahuan keagamaan yang diperoleh dengan pelaksanaan ibadah secara nyata dalam kehidupan sehari-hari di dalam Lapas maupun nanti setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Moh. Ilham Agung Setyawan, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dan strategis dalam mendukung proses perubahan diri WBP ke arah yang lebih baik.
“Kegiatan belajar Fiqih Ibadah ini penting untuk memberikan pemahaman kepada WBP mengenai dasar dan tata cara menjalankan ibadah dengan baik dan benar. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh tidak hanya dipahami selama mengikuti pembinaan, tetapi juga dapat diterapkan dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ilham.
Ia menambahkan bahwa pembinaan keagamaan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan semata, tetapi juga diharapkan dapat membentuk sikap, kedisiplinan, akhlak, dan kesadaran WBP untuk menjadi pribadi yang lebih baik, taat beragama, dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan Belajar Fiqih Ibadah ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa terus mendorong pembinaan kepribadian yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan WBP untuk kembali ke tengah masyarakat dengan bekal pengetahuan, nilai keagamaan, dan karakter yang lebih baik.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar