Pastikan Tusi Berjalan Optimal, Kakanwil Tinjau Sejumlah Area Lapas Watampone
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Kam, 8 Okt 2026
- visibility 50
- comment 0 komentar

Watampone – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah area pelayanan dan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone, Rabu (07/10).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan berjalan sesuai arah kebijakan serta menyentuh langsung kebutuhan warga binaan.
Didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Kepala Bapas Watampone, serta jajaran pejabat struktural, Kakanwil berkeliling meninjau sejumlah fasilitas dan area kerja Lapas. Peninjauan meliputi ruang kunjungan, dapur, area blok hunian, hingga kegiatan kerja sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan.
Di ruang kunjungan, Kakanwil melihat secara langsung pelaksanaan layanan bagi keluarga warga binaan. Sementara di dapur, peninjauan dilakukan untuk melihat pengelolaan makanan bagi warga binaan, termasuk aspek kebersihan dan pemenuhan kebutuhan konsumsi.
Kakanwil kemudian meninjau area blok hunian untuk melihat kondisi lingkungan tempat warga binaan menjalani pembinaan sekaligus memastikan aspek keamanan, ketertiban, kebersihan, dan pengawasan tetap menjadi perhatian jajaran.
Perhatian juga diberikan pada kegiatan kerja atau Giatja yang menjadi salah satu instrumen pembinaan kemandirian. Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil melihat langsung pengembangan keterampilan warga binaan melalui kegiatan budidaya lobster dan produksi tempe.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pidana, tetapi juga diarahkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang dapat dikembangkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kakanwil menekankan agar program pembinaan kemandirian terus dikembangkan secara terarah dan memiliki nilai keberlanjutan.
“Pembinaan kemandirian harus benar-benar memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah mereka kembali ke masyarakat. Kegiatan seperti budidaya lobster dan produksi tempe harus dikelola secara serius, dikembangkan, dan diarahkan agar memiliki nilai produktif,” tegas Kakanwil.
Sementara itu, Kalapas Watampone, Rahnianto, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong pengembangan program pembinaan kemandirian dengan menyesuaikan potensi dan sumber daya yang tersedia di Lapas.
“Kami berkomitmen agar kegiatan kerja tidak sekadar menjadi aktivitas bagi warga binaan, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan keterampilan dan kemandirian. Budidaya lobster dan produksi tempe terus kami dorong agar dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan,” ujar Rahnianto.
Menurut Rahnianto, pengembangan kegiatan kemandirian juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan ketika memperoleh kesempatan untuk kembali ke masyarakat.
Peninjauan langsung tersebut menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan bagi jajaran Lapas Watampone untuk memastikan setiap layanan dan program pembinaan berjalan secara optimal. Kehadiran pimpinan di lapangan juga menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi aktual serta mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu ditingkatkan.
Lapas Watampone terus berupaya mewujudkan pelaksanaan Pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga memperkuat pelayanan, pembinaan, dan pemberdayaan warga binaan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar