Gelar FGD SAPA LANSIA PAS, Lapas Kelas IIB Maros Dorong Pelayanan Holistik dan Terintegrasi Bagi Warga Binaan Lansia
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Jum, 9 Okt 2026
- visibility 46
- comment 0 komentar

MAROS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Strategi Pelayanan Holistik Terintegrasi Bagi Warga Binaan Lansia Pemasyarakatan (SAPA LANSIA PAS), Kamis (8/10/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026.
FGD SAPA LANSIA PAS menjadi wadah strategis untuk membahas dan merumuskan strategi pelayanan yang lebih holistik, humanis, dan terintegrasi bagi Warga Binaan lanjut usia (lansia) di Lapas Maros.
Forum ini mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor guna menghimpun masukan, gagasan konstruktif, serta dukungan nyata dalam pengembangan model pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, dan kerentanan Warga Binaan lansia.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan lintas instansi, di antaranya Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Maros, Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-Dalduk KB), Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maros, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta Tim Psikologi Universitas Hasanuddin (Unhas).
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan (Kanwil Ditjenpas Sulsel), Hernowo Sugiastanto, turut hadir sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Kehadiran berbagai unsur lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam membangun perspektif bersama mengenai pelayanan Warga Binaan lansia yang inklusif, khususnya melalui pendekatan yang melibatkan aspek kesehatan, sosial, administrasi kependudukan, keagamaan, psikologis, hingga pemberdayaan ekonomi.
Dalam sesi FGD, Tim Psikologi Unhas bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi dan pertukaran gagasan antarpeserta secara interaktif dan partisipatif.
Pembahasan diarahkan pada identifikasi kebutuhan riil Warga Binaan lansia, tantangan yang dihadapi dalam pelayanan, serta peluang penguatan kolaborasi lintas sektor agar pelayanan yang diberikan dapat berjalan secara terpadu, komprehensif, dan berkesinambungan.
Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Ali Imran, mengatakan bahwa penguatan pelayanan bagi Warga Binaan lansia membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak karena kebutuhan mereka tidak hanya berkaitan dengan pembinaan di dalam Lapas, melainkan juga menyangkut aspek kesehatan, dukungan psikososial, pemenuhan dokumen kependudukan, pendampingan keagamaan, hingga persiapan reintegrasi sosial.
“Melalui program SAPA LANSIA PAS, kami ingin membangun pelayanan yang lebih terpadu dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan sesuai bidangnya masing-masing.
Warga Binaan lansia memiliki kebutuhan khusus yang perlu mendapat perhatian lebih. Masukan dari seluruh peserta FGD menjadi bagian penting dalam menyusun langkah pelayanan yang lebih tepat, manusiawi, dan berkeadilan bagi Warga Binaan lansia,” ujar Ali Imran.
Ia menambahkan, program SAPA LANSIA PAS diharapkan tidak hanya menjadi proyek perubahan semata, tetapi dapat menjadi model pelayanan berkelanjutan yang dapat direplikasi dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas layanan Pemasyarakatan.
Melalui FGD SAPA LANSIA PAS, Lapas Maros mendorong terbentuknya model pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan Warga Binaan lansia secara lebih menyeluruh, mulai dari aspek fisik, mental, sosial, hingga spiritual.
Hasil diskusi diharapkan dapat menjadi bahan penguatan Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Tahun 2026 sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan Pemasyarakatan yang inklusif, terintegrasi, humanis, dan berorientasi pada pemenuhan hak serta kebutuhan Warga Binaan lansia.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar