Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » PLN Padam, BBM Bermasalah, LPG Mahal: AMPERA Sulsel Keluarkan Ultimatum 7×24 Jam

PLN Padam, BBM Bermasalah, LPG Mahal: AMPERA Sulsel Keluarkan Ultimatum 7×24 Jam

  • account_circle Sorotan Rakyat
  • calendar_month Sel, 29 Sep 2026
  • visibility 103
  • comment 0 komentar

MAKASSAR — Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (AMPERA) Sulawesi Selatan kembali menyoroti persoalan energi yang dinilai terus membebani masyarakat, mulai dari pemadaman listrik bergilir, persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM), hingga mahalnya harga LPG 3 Kg bersubsidi di tingkat pengecer.

Melalui Jenderal Lapangan AMPERA Sulsel, Fahrul, AMPERA secara resmi memberikan ULTIMATUM 7×24 JAM kepada PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulselrabar, Pertamina Regional 7 Sulawesi, dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera mengambil langkah konkret dan bertanggung jawab atas keresahan masyarakat.

Fahrul menegaskan, ultimatum tersebut bukan sekadar pernyataan di ruang publik atau gimmick aksi. Jika dalam waktu 7×24 jam tidak terdapat respons dan langkah nyata dari pihak terkait, AMPERA Sulsel menyatakan akan kembali turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa jilid II dengan massa yang lebih besar dan konsolidasi lintas organisasi.

“Kami beri waktu 7×24 jam. Kalau tidak ada tindakan nyata, AMPERA Sulsel akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar. Persoalan energi menyangkut kebutuhan dasar dan hajat hidup orang banyak dan tidak boleh terus dibiarkan,” tegas Fahrul, Selasa (30/9).

“Jangan hanya masyarakat yang diminta bersabar. Kami ingin transparansi, tanggung jawab, dan tindakan nyata. Kalau 7×24 jam tidak ada respons serius, kami akan turun kembali ke jalan,” lanjutnya.

AMPERA Sulsel juga menyoroti peran DPRD Sulawesi Selatan yang dinilai belum maksimal dalam mengawal persoalan energi. AMPERA meminta DPRD Sulsel tidak berhenti pada forum rapat dan rekomendasi di atas kertas, tetapi memastikan adanya tindak lanjut konkret dan pengawasan melekat terhadap persoalan listrik dan energi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami mendesak DPRD Sulsel kembali memanggil PLN UID Sulselrabar. Jangan sampai Rapat Dengar Pendapat (RDP) hanya menjadi forum formalitas. Masyarakat membutuhkan hasil, solusi, dan tindak lanjut yang jelas dan terukur, bukan janji,” kata Fahrul.

AMPERA Sulsel menegaskan, ultimatum ini merupakan peringatan terakhir sebelum AMPERA mengonsolidasikan kembali mahasiswa, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan untuk melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di beberapa titik vital.

6 Tuntutan AMPERA Sulsel

Diketahui, adapun 6 poin tuntutan yang dilayangkan AMPERA Sulsel adalah sebagai berikut:

1. Mendesak PLN UID SULSELRABAR segera memberikan kompensasi atau ganti rugi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan bagi masyarakat yang terdampak pemadaman dan memenuhi persyaratan. PLN juga didesak untuk membuka penjelasan dan transparansi kepada publik mengenai penyebab, durasi, wilayah terdampak, serta langkah strategis pencegahan pemadaman berulang.

2. Mendesak PERTAMINA REGIONAL 7 segera melakukan evaluasi dan tindakan tegas terhadap SPBU apabila ditemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM. Pertamina juga didesak membuka transparansi data penyaluran BBM dari hulu hingga hilir, termasuk pasokan, distribusi, dan pengawasan di SPBU.

3. Mendesak Pertamina dan instansi terkait untuk menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat persoalan mahalnya harga LPG 3 Kg di tingkat pengecer, serta memperketat pengawasan distribusinya agar subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum.

4. Mendesak DPRD Sulsel segera kembali menggelar forum dengar pendapat bersama PLN UID Sulselrabar dan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan memastikan hasil pembahasan tidak berhenti sebagai rapat semata, tetapi ada action dan solusi nyata.

5. Mendesak agar diusut tuntas dugaan penimbunan BBM bersubsidi yang merugikan masyarakat kecil.

6. Mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas dugaan penimbunan dan penyalahgunaan distribusi BBM. Jika ditemukan jaringan atau pihak lain yang terlibat, AMPERA meminta proses hukum ditegakkan dengan tegas tanpa pandang bulu.

Hingga berita ini diturunkan, AMPERA Sulsel menyatakan tetap dalam posisi siaga dan menunggu itikad baik dari PLN, Pertamina, dan DPRD Sulsel dalam kurun waktu 7×24 jam.

  • Penulis: Sorotan Rakyat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sustainable Tourism Triumphs in the Green Revolution

    • calendar_month Kam, 9 Sep 2021
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Post Views: 130

  • Ultimatum Keras! SEMMI DIY Desak DPP Syarekat Islam Sterilkan Organisasi dari Intervensi Bintang Wahyu Saputra

    • calendar_month Sel, 29 Sep 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 74
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA — Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melayangkan ultimatum keras kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Syarekat Islam (SI). SEMMI DIY mendesak agar DPP segera mensterilkan organisasi dari segala bentuk intervensi Bintang Wahyu Saputra di semua lini Syarekat Islam dan organisasi di bawahnya termasuk SEMMI. Ultimatum tersebut dikeluarkan menyusul manuver Bintang […]

  • Rutan Pangkep Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Budidaya Ikan

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 189
    • 0Komentar

    PANGKEP – Rutan Kelas IIB Pangkep terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan budidaya ikan lele dan nila, Selasa (31/3). Program ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan warga binaan sekaligus mendukung program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI. Dalam pelaksanaannya, warga binaan dibimbing langsung oleh petugas Rutan yang berkolaborasi dengan peserta magang […]

  • Maknai Iduladha dengan Keikhlasan, Lapas Watampone Tebar Kepedulian Melalui Kurban

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 248
    • 0Komentar

    WATAMPONEN — Momentum Hari Raya Idul adha 1447 Hijriah dimaknai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone dengan melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai wujud kepedulian, rasa syukur, dan pengamalan nilai-nilai keikhlasan serta pengorbanan, Rabu (27/05). Kegiatan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di halaman depan Lapas Kelas IIA Watampone dan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, […]

  • Kanit PPA Polres Gowa Sosialisasikan Undang-Undang Perlindungan Anak dan Perempuan kepada PKK Kecamatan Tompobulu

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 188
    • 0Komentar

    GOWA – Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gowa, IPDA Nanda S.Tr.K, menggelar sosialisasi tentang Undang-Undang Perlindungan Anak dan Perempuan kepada anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Tompobulu. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ibu Sekretaris Camat (Sekcam) Tompobulu, Jum’at (14/3/2025). Dalam sosialisasi ini, IPDA Nanda memberikan pemahaman mengenai hak-hak perempuan dan anak yang […]

  • Rutan Makassar Lepas Peserta Pemagangan Nasional Batch II Kemnaker Setelah 6 Bulan Pengabdian

    • calendar_month Ming, 24 Mei 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Makassar – Rumah Tahanan Negara Kelas I Makassar melaksanakan kegiatan pelepasan peserta Pemagangan Nasional Batch II Kementerian Ketenagakerjaan. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi dan dedikasi para peserta selama menjalani masa pemagangan di lingkungan Rutan Makassar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan Rutan Makassar terhadap peningkatan kompetensi dan pengembangan sumber daya manusia yang […]

error: Content is protected !!
expand_less