Ultimatum Keras! SEMMI DIY Desak DPP Syarekat Islam Sterilkan Organisasi dari Intervensi Bintang Wahyu Saputra
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Sel, 29 Sep 2026
- visibility 75
- comment 0 komentar

YOGYAKARTA — Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melayangkan ultimatum keras kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Syarekat Islam (SI). SEMMI DIY mendesak agar DPP segera mensterilkan organisasi dari segala bentuk intervensi Bintang Wahyu Saputra di semua lini Syarekat Islam dan organisasi di bawahnya termasuk SEMMI.
Ultimatum tersebut dikeluarkan menyusul manuver Bintang Wahyu Saputra yang dinilai telah melampaui batas kewenangan sebagai Staf Menteri P2MI namun masih terus melakukan cawe-cawe dan intervensi brutal di internal SEMMI.
“SEMMI bukan bemper jabatan. Kami minta DPP Syarekat Islam tegas, sterilkan organisasi dari Bintang Wahyu Saputra. Copot dari semua yang berkaitan dengan Syarekat Islam,” tegas Ketua SEMMI DIY dalam keterangan persnya, Minggu (28/9).
Ketua SEMMI DIY menegaskan bahwa SEMMI adalah organisasi kader, organisasi perjuangan mahasiswa Islam yang berideologi Syarekat Islam, bukan alat politik dan bukan tameng untuk mengamankan jabatan personal di kementerian. Praktik cawe-cawe yang dilakukan Bintang Wahyu Saputra dinilai telah mencederai marwah dan khittah perjuangan.
SEMMI DIY membeberkan tiga alasan utama dan krusial di balik desakan pemecatan dan sterilisasi tersebut
SEMMI DIY menilai Bintang terlalu jauh dan brutal mengintervensi hasil Kongres SEMMI di Tangerang Selatan. Kongres yang seharusnya menjadi forum kedaulatan tertinggi kader, forum demokrasi yang independen, justru dicoba dikendalikan dan distir untuk kepentingan kelompoknya. Hal ini dinilai merusak integritas, independensi, dan marwah SEMMI sebagai organisasi kader yang otonom.
Posisi Bintang sebagai Staf Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) seharusnya dijaga dengan etika jabatan dan profesionalisme. Namun faktanya, SEMMI justru ingin dijadikan sebagai organisasi yang membentengi posisinya di kementerian. SEMMI DIY menegaskan, SEMMI adalah organisasi perjuangan mahasiswa Islam, bukan alat untuk membangun pagar kekuasaan personal dan bukan bemper untuk mengamankan jabatan.
“Jabatan itu amanah, bukan alat untuk menguasai organisasi. Jangan jadikan SEMMI sebagai tameng,” tegasnya.
Praktik diskriminasi kader menjadi puncak kekecewaan SEMMI DIY. Bintang dinilai melakukan pembelahan dan politik belah bambu di tubuh SEMMI, hanya merangkul kader yang loyal dan manut padanya dan menyingkirkan kader-kader yang kritis dan vokal. Pola feodal dan otoriter ini dinilai sangat berbahaya bagi keberlangsungan regenerasi, kaderisasi, dan masa depan SEMMI.
SEMMI DIY menegaskan, jika DPP Syarekat Islam tidak segera mengambil sikap tegas, maka konflik internal akan semakin meluas, membusuk, dan merusak citra Syarekat Islam sendiri sebagai induk perjuangan umat dan organisasi tertua di Indonesia.
SEMMI DIY meminta DPP SI tidak tutup mata dan tidak melakukan pembiaran terhadap manuver Bintang Wahyu Saputra yang dinilai haus intervensi.
“Kami beri ultimatum. DPP harus memilih, menyelamatkan organisasi atau menyelamatkan satu orang Staf Menteri yang haus intervensi. Sterilkan Syarekat Islam sekarang juga!” tutup Ketua SEMMI DIY dengan nada tegas.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar