Dukung Pembinaan Kepribadian, Lapas Narkotika Sungguminasa Buka Ruang Pendidikan Moralitas Who Am I Bagi WBP
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Sen, 12 Okt 2026
- visibility 41
- comment 0 komentar

GOWA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa membuka ruang bagi pelaksanaan kegiatan Pendidikan Moralitas bertajuk Who Am I secara langsung (tatap muka) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pembinaan kepribadian, memperkuat kesadaran diri, serta menanamkan nilai-nilai moral positif sebagai bekal penting bagi warga binaan dalam menjalani proses perubahan diri selama masa pembinaan di dalam Lapas. Senin (12/10/2026).
Pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada izin resmi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tertanggal 1 Oktober 2026 kepada Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia untuk menyelenggarakan Pendidikan Moralitas Who Am I di lingkungan Lapas dan Rutan wilayah Sulawesi Selatan. Pelaksanaannya tetap dikoordinasikan secara intensif dengan pihak Lapas serta mengikuti ketentuan, prosedur, dan standar operasional yang berlaku di lingkungan Pemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan dapat lebih mengenali jati diri, memahami nilai-nilai moral dan etika, membangun sikap bertanggung jawab, serta mengembangkan pola pikir dan perilaku yang lebih positif dan konstruktif. Pembinaan moralitas juga menjadi salah satu upaya strategis untuk mendukung kesiapan WBP dalam memperbaiki diri dan kembali berperan secara baik, produktif, dan diterima di tengah masyarakat setelah selesai menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Moh. Ilham Agung Setyawan, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung penuh setiap kegiatan pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi perkembangan karakter dan mental warga binaan, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, ketertiban, dan ketentuan pelaksanaan di dalam Lapas.
“Pembinaan tidak hanya berfokus pada keterampilan kerja atau kemandirian, tetapi juga pada pembentukan karakter, mental, dan kesadaran diri. Kami berharap kegiatan Pendidikan Moralitas Who Am I ini menjadi ruang refleksi bagi warga binaan untuk mengenali potensi dirinya, memperbaiki sikap, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik, lebih berakhlak, saat kembali ke masyarakat,” ujar Ilham.
Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan pembinaan yang masuk ke dalam Lapas harus dilaksanakan secara terarah, terkoordinasi, dan berada dalam pendampingan serta pengawasan langsung petugas Pemasyarakatan. Dengan demikian, kegiatan dapat berjalan dengan tertib, aman, kondusif, sekaligus mendukung tujuan utama Pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan agar mampu menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana di kemudian hari.
Melalui dukungan terhadap kegiatan Pendidikan Moralitas Who Am I ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa terus berupaya menghadirkan program-program pembinaan yang menyentuh aspek keterampilan, kepribadian, dan kesadaran diri secara seimbang sebagai bagian dari persiapan warga binaan menuju proses reintegrasi sosial yang berkelanjutan.
Lapas Narkotika Sungguminasa berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan, lembaga, dan instansi terkait, dalam rangka menciptakan sistem pembinaan yang humanis, edukatif, dan berorientasi pada perubahan perilaku WBP ke arah yang lebih baik.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar