Dukung Program Aksi Kemenimipas dan Perkuat Sinergi TNI-Polri, Lapas Takalar Gelar Operasi Gabungan Sidak Blok Hunian, Tes Urine Massal, dan Pemusnahan Barang Hasil Razia
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Sab, 19 Sep 2026
- visibility 62
- comment 0 komentar

TAKALAR — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar menggelar operasi gabungan bersama jajaran TNI dan Polri dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada kamar dan blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini merupakan langkah deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) serta memastikan lingkungan Lapas tetap aman dan kondusif, Jumat (17/9).
Sidak tersebut merupakan wujud komitmen Lapas Takalar dalam mengimplementasikan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta mendukung upaya mewujudkan Lapas yang bersih dari Handphone, Pungli, dan Narkoba (Zero Halinar).
Sidak dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, dengan melibatkan tim gabungan dari Lapas Takalar, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulsel, Polres Takalar, dan Kodim 1426 Takalar.
Dalam kegiatan tersebut, Lapas Takalar mengerahkan 63 personel, didukung 13 personel Kanwil Ditjenpas Sulsel di bawah koordinasi Kepala Bidang Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Basan, Keamanan (Kabid Regwatkampatnal), 19 personel Polres Takalar yang terdiri atas Kasat Narkoba, Kasat Sabhara beserta jajaran, serta 9 personel Kodim 1426 Takalar yang dipimpin oleh Pasi Opsnal. Total 104 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Tim gabungan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan sistematis di seluruh kamar hunian WBP guna memastikan tidak terdapat barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban maupun disalahgunakan untuk melakukan tindak pidana.
Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam Lapas, di antaranya paku, gunting, korek gas, hanger besi, pinset, botol kaca, gelas kaca, dan kaleng besi.
Sejumlah barang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban tersebut selanjutnya diinventarisir untuk dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Operasi gabungan ini juga melaksanakan tes urine terhadap 58 orang WBP dan 27 orang petugas sebagai bagian dari upaya deteksi dini serta pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen mendukung Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan negatif atau tidak ditemukan hasil positif narkoba.
Kalapas Takalar, Andi Gunawan, menegaskan bahwa sidak tersebut merupakan implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban, pihaknya secara rutin melaksanakan sidak minimal tiga kali dalam sepekan, baik melalui kegiatan rutin maupun insidentil.
“Keberadaan barang-barang terlarang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas serta berpotensi menghambat proses pembinaan. Karena itu, kami rutin melaksanakan sidak baik secara rutin maupun insidentil. Kami berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, sehingga Warga Binaan dapat menjalani pidana dengan berbagai kegiatan positif dan bermanfaat,” jelasnya.
Andi Gunawan menambahkan pihaknya senantiasa mengimbau jajaran untuk menjaga integritas, bekerja profesional, serta bersama-sama menciptakan lingkungan Lapas yang aman, tertib, dan bersih.
“Kami memastikan akan memberikan sanksi tegas bagi siapa saja yang terbukti melakukan pelanggaran,” tegasnya.
Andi Gunawan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kepolisian dan TNI atas sinergi serta dukungan yang telah dibangun bersama Lapas Takalar.
“Kolaborasi dan koordinasi yang baik antarinstansi sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan pembinaan di Lapas,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Takalar, H. Asrullah, mendukung penuh komitmen Lapas Takalar dalam mewujudkan Lapas bersih dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai langkah pencegahan, deteksi dini, dan penguatan sinergi dalam menjaga Lapas tetap aman dan kondusif,” kata H. Asrullah.
Selain melaksanakan razia dan pemeriksaan tes urine, dalam operasi gabungan tersebut juga dilakukan pemusnahan barang-barang hasil razia periode April hingga Agustus 2026. Pemusnahan ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas hasil penggeledahan sekaligus memastikan barang-barang yang dilarang tidak kembali beredar di lingkungan Lapas.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar