Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » GARIS INDONESIA REFLEKSI SUMPAH PEMUDA: GARIS INDONESIA SERUKAN REVOLUSI INTELEKTUAL DAN TUNTUT PEMERINTAH BENAHI PERSOALAN RAKYAT

GARIS INDONESIA REFLEKSI SUMPAH PEMUDA: GARIS INDONESIA SERUKAN REVOLUSI INTELEKTUAL DAN TUNTUT PEMERINTAH BENAHI PERSOALAN RAKYAT

  • account_circle Sorotan Rakyat
  • calendar_month Kam, 29 Okt 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar

MAKASSAR, 28 OKTOBER 2026 — Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, Gerakan Rakyat Intelektual Sulawesi Selatan (GARIS INDONESIA) menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Merefleksi Tupoksi Pemuda untuk Revolusi” pada Rabu, 28 Oktober 2026, mulai pukul 15.30 WITA hingga selesai. Aksi tersebut dipusatkan di Jalan Andi Pangerang Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai ruang penyampaian aspirasi dan kritik terhadap berbagai persoalan kebijakan publik yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Aksi ini menjadi bentuk refleksi atas tanggung jawab historis pemuda dalam mengawal perjalanan bangsa. Bagi GARIS INDONESIA, peringatan Sumpah Pemuda tidak semestinya berhenti pada seremoni, pengibaran simbol, maupun pidato yang berulang setiap tahun. Lebih dari itu, momentum 28 Oktober harus menjadi pengingat bahwa pemuda memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjaga cita-cita kemerdekaan, memperjuangkan keadilan sosial, serta memastikan kekuasaan tetap berjalan sesuai dengan amanat konstitusi.

Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, GARIS INDONESIA memandang bahwa keberanian pemuda untuk menyampaikan kritik merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Kritik bukanlah bentuk kebencian terhadap negara, melainkan wujud kepedulian terhadap arah kebijakan dan masa depan bangsa. Oleh karena itu, aksi ini menjadi ruang bagi pemuda dan mahasiswa untuk menyampaikan tuntutan secara terbuka, konstitusional, dan bertanggung jawab.

Dalam aksi tersebut, Jack selaku Jenderal Lapangan GARIS INDONESIA menjadi bagian dari kepemimpinan lapangan dalam mengawal penyampaian aspirasi organisasi. Melalui gerakan bertajuk “Merefleksi Tupoksi Pemuda untuk Revolusi”, GARIS INDONESIA menegaskan pentingnya mengembalikan peran pemuda sebagai kekuatan intelektual yang kritis, independen, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

GARIS INDONESIA menilai bahwa persoalan bangsa tidak cukup disikapi melalui pernyataan normatif dan janji politik. Setiap kebijakan pemerintah harus dapat diukur melalui manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Ketika pendidikan belum sepenuhnya merata, kebebasan sipil membutuhkan perlindungan, kebutuhan energi harus dijamin, lingkungan menghadapi ancaman kerusakan, dan program publik membutuhkan transparansi, maka pengawasan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Dalam pernyataan sikapnya, GARIS INDONESIA menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah dan lembaga terkait.

Pertama, mendesak pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui perbaikan fasilitas sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, serta pemerataan akses pendidikan yang gratis, berkualitas, dan berkeadilan hingga perguruan tinggi. Pendidikan harus ditempatkan sebagai hak dasar setiap warga negara, bukan menjadi hak istimewa yang bergantung pada kemampuan ekonomi.

Kedua, mendesak evaluasi terhadap pelaksanaan revisi Undang-Undang TNI serta penguatan supremasi sipil, kebebasan berpendapat, dan perlindungan hak asasi manusia. GARIS INDONESIA menegaskan bahwa demokrasi membutuhkan ruang kritik yang terbuka dan penghormatan terhadap batas kewenangan setiap institusi negara sesuai dengan konstitusi.

Ketiga, mendesak pemerintah menjamin ketersediaan dan keterjangkauan energi melalui pembenahan distribusi BBM dan LPG serta peningkatan keandalan pasokan listrik. Energi merupakan kebutuhan mendasar yang menopang aktivitas rumah tangga, pendidikan, pelayanan publik, dan keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Keempat, mendesak penguatan perlindungan lingkungan hidup melalui pencegahan kebakaran hutan dan lahan, penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan, serta pemulihan ekosistem yang terdampak. Negara harus memastikan bahwa kepentingan ekonomi tidak dijadikan pembenaran untuk mengorbankan kelestarian lingkungan dan keselamatan generasi mendatang.

Kelima, mendesak evaluasi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), transparansi anggaran, penguatan pengawasan, serta jaminan keamanan pangan, kualitas gizi, dan ketepatan sasaran penerima manfaat. GARIS INDONESIA memandang bahwa setiap program yang menggunakan anggaran negara harus dilaksanakan secara akuntabel dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Melalui kelima tuntutan tersebut, GARIS INDONESIA mengingatkan bahwa tanggung jawab pemerintah tidak berhenti pada penyusunan program dan pengalokasian anggaran. Pemerintah juga berkewajiban memastikan pelaksanaan kebijakan berjalan sesuai tujuan, terbuka terhadap evaluasi, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Momentum Sumpah Pemuda, menurut GARIS INDONESIA, harus menjadi titik refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk menilai kembali sejauh mana cita-cita persatuan diwujudkan dalam kehidupan masyarakat. Persatuan tidak berarti membungkam perbedaan pendapat, dan nasionalisme tidak berarti meniadakan kritik. Justru melalui kritik yang bertanggung jawab, masyarakat dapat turut menjaga agar penyelenggaraan negara tetap berada pada jalur kepentingan rakyat.

GARIS INDONESIA juga menyerukan kepada pemuda dan mahasiswa untuk memperkuat tradisi literasi, membangun argumentasi berbasis pengetahuan, serta menjaga independensi gerakan dalam mengawal kebijakan publik. Perjuangan tidak boleh berhenti pada mobilisasi massa, tetapi harus dilanjutkan dengan konsistensi mengawasi kebijakan, menyampaikan kajian, dan memastikan tuntutan masyarakat tetap menjadi perhatian para pengambil keputusan.

Bagi GARIS INDONESIA, revolusi yang dimaksud dalam gerakan ini merupakan semangat perubahan yang berangkat dari kesadaran intelektual, keberanian moral, dan komitmen terhadap keadilan. Perubahan tidak cukup dibangun melalui kemarahan sesaat, melainkan membutuhkan konsistensi, organisasi, dan keberanian untuk mempertahankan prinsip di tengah berbagai tantangan.

“Pemuda bukan sekadar pewaris masa depan, melainkan kekuatan yang turut menentukan arah perjalanan bangsa. Ketika kebijakan menjauh dari kepentingan rakyat, pemuda harus berani mengingatkan. Ketika aspirasi masyarakat tidak memperoleh perhatian yang semestinya, pemuda harus terus menyuarakan. Dan ketika keadilan belum terwujud, perjuangan harus tetap dilanjutkan melalui cara-cara yang kritis, konstitusional, dan bertanggung jawab.”

Melalui aksi di Jalan Andi Pangerang Pettarani, Makassar, GARIS INDONESIA menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi kontrol sosial dan mengawal kebijakan publik demi terwujudnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih adil, demokratis, transparan, serta berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Rakyat bersuara, pemerintah wajib mendengar!

HIDUP PEMUDA!
HIDUP MAHASISWA!
HIDUP RAKYAT INDONESIA!

GARIS INDONESIA
Gerakan Rakyat Intelektual Sulawesi Selatan

Jenderal Lapangan: Jack

  • Penulis: Sorotan Rakyat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siwas dan SiPropam Polres Takalar Dorong Transparansi Melalui Sosialisasi WBS dan SP4N-LAPOR!

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 104
    • 0Komentar

    TAKALAR – Dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja kepolisian, Seksi Pengawasan (Siwas) bersama Seksi Profesi dan Pengamanan (SiPropam) Polres Takalar menggelar sosialisasi Whistle Blower System (WBS) dan SP4N-LAPOR! (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional), Rabu (12/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Wicaksana Laghawa tersebut diikuti oleh para personel Polres Takalar dan Polsek jajaran. Sosialisasi […]

  • Ombudsman RI Buka Ruang Dialog Bersama Warga Binaan di Rutan Kelas I Makassar

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Makassar – Ombudsman Republik Indonesia melaksanakan kunjungan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar dalam rangka membuka ruang dialog bersama warga binaan, guna menyerap aspirasi serta memastikan pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan berjalan sesuai ketentuan. Kegiatan ini berlangsung secara terbuka dan dialogis, dengan melibatkan perwakilan warga binaan dari berbagai blok hunian. Dalam kesempatan tersebut, […]

  • WARGA BINAAN RUTAN MAKASSAR IKUTI KAJIAN RUTIN, PERKUAT IMAN DAN SEMANGAT BERUBAH

    • calendar_month Sel, 23 Jun 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Makassar – Rutan Kelas I Makassar kembali melaksanakan kegiatan kajian rutin keagamaan bagi warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat keimanan, memperdalam pemahaman agama, serta menumbuhkan semangat perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Melalui kajian yang diisi dengan pembacaan Al-Qur’an, penyampaian tausiah, dan diskusi keagamaan, warga binaan diajak […]

  • Simbol Pengabdian: Kapolres Takalar Resmikan Awal Pembangunan Jembatan Merah Putih

    • calendar_month Ming, 15 Feb 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 236
    • 0Komentar

    TAKALAR — Di bawah terik matahari Sabtu pagi, 14 Februari 2026, suasana di Lingkungan Kammi, Kelurahan Pappa, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, tampak berbeda. Tepat pukul 10.00 Wita, Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman, S.IK., M.M., memimpin peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih Gineung Pratidina Polres Takalar—sebuah inisiatif infrastruktur yang lahir dari semangat gotong royong dan […]

  • Brimob Polda Sulsel Bangun Jembatan Darurat di Kab. Barru, Bantu Akses Masyarakat

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 238
    • 0Komentar

    BARRU — Personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan melaksanakan pembangunan jembatan darurat di Dusun Pakka, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Selasa (13/01/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya akses transportasi yang aman dan layak. Jembatan darurat yang dibangun memiliki panjang sekitar 25 meter dan lebar 2,5 […]

  • Perkuat Pembinaan dan Rehabilitasi, Kanwil Ditjenpas Sulsel Tinjau Asimilasi, Monitoring Blok Hunian, dan Tutup Program Rehabilitasi WBP di Rutan Masamba

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Sorotan Rakyat
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Masamba – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba menerima kunjungan Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Bapak Mutzaini, A.Md.IP., S.Sos., M.Si., dalam rangka Peninjauan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Monitoring Blok Hunian, serta Penutupan Program Rehabilitasi Pemasyarakatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Tahun 2025, Selasa (16/12/2025). Rangkaian kegiatan diawali […]

error: Content is protected !!
expand_less