Hadapi Kemarau Panjang, Lapas Kelas IIA Watampone Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama di Masjid Miftahu Taubah
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Jum, 18 Sep 2026
- visibility 108
- comment 0 komentar

WATAMPONE – Di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda berbagai wilayah di Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone menunjukkan kepedulian dan ikhtiar spiritual dengan melaksanakan Salat Istisqa dan doa bersama di Masjid Miftahu Taubah Lapas Watampone, Jumat (18/9).
Kegiatan yang sarat akan nilai religius tersebut diikuti oleh seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Watampone, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Watampone, peserta magang, serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dengan penuh khusyuk mengikuti setiap rangkaian ibadah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan serta edaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam rangka meningkatkan pembinaan kepribadian dan penguatan nilai-nilai spiritual bagi petugas serta Tahanan, Anak, dan Warga Binaan.
Selain itu, pelaksanaan Salat Istisqa juga menjadi bentuk kepedulian dan ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi musim kemarau dan potensi kekeringan yang saat ini dirasakan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Bone dan sekitarnya.
Lapas Watampone memandang pentingnya menyeimbangkan upaya lahiriah dan batiniah dalam menyikapi fenomena alam yang terjadi.
Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat sebagai bentuk penghambaan dan doa bersama kepada Allah SWT. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian arahan oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm. Kamtib) Lapas Watampone.
Selanjutnya, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan Salat Istisqa yang meliputi niat, rukun, dan rangkaian pelaksanaan salat sunnah yang memang disyariatkan ketika umat Islam menghadapi kekeringan dan membutuhkan turunnya hujan.
Penjelasan tersebut penting agar seluruh jamaah, khususnya WBP, dapat memahami makna, tujuan, dan tata cara Salat Istisqa dengan benar.
Salat Istisqa kemudian dilaksanakan secara berjamaah sebanyak dua rakaat di Masjid Miftahu Taubah dengan penuh kekhusyukan. Usai pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah dan doa bersama yang dipimpin oleh petugas.
Dalam khutbahnya, ditekankan pentingnya memperbanyak istighfar, introspeksi diri, serta meningkatkan ketakwaan sebagai kunci untuk memohon rahmat Allah SWT.
Dalam doa tersebut, seluruh peserta memohon kepada Allah SWT agar diberikan rahmat berupa turunnya hujan yang bermanfaat, hujan yang membawa berkah, serta keberkahan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari, baik bagi pegawai, WBP, maupun masyarakat luas.
Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual sekaligus momentum yang sangat baik untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh keluarga besar Lapas Watampone.
“Melalui Salat Istisqa dan doa bersama ini, kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar diberikan rahmat dan keberkahan berupa turunnya hujan. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, kepedulian, dan kebersamaan seluruh keluarga besar Lapas Watampone,” ujar Rahnianto.
Menurutnya, kebersamaan dalam satu saf antara petugas, DWP, dan WBP mencerminkan nilai pembinaan yang humanis dan penuh kekeluargaan di Lapas Watampone.
Lebih dari sekadar ritual memohon hujan, kegiatan ini juga merupakan bagian integral dari program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan. Melalui kegiatan keagamaan seperti Salat Istisqa, pengajian rutin, dan pembinaan kerohanian lainnya, WBP diajak untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki diri, dan membangun fondasi spiritual yang kuat.
Hal ini sejalan dengan tujuan utama sistem pemasyarakatan, yakni membentuk pribadi WBP yang lebih baik, berakhlak mulia, dan siap kembali serta diterima dengan baik di tengah masyarakat setelah selesai menjalani masa pidana.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar dalam suasana yang khidmat dan religius. Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban bersama jajaran pengamanan memastikan seluruh proses ibadah berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban.
Para WBP mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan kedisiplinan, menunjukkan semangat yang tinggi dalam mengikuti pembinaan kerohanian yang diberikan oleh pihak Lapas.
Lapas Kelas IIA Watampone berkomitmen untuk terus mendukung arahan dan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, termasuk pelaksanaan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembinaan spiritual dan penguatan nilai-nilai keimanan bagi jajaran pegawai maupun WBP.
Melalui kegiatan ini, seluruh keluarga besar Lapas Watampone berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat diijabah oleh Allah SWT, sehingga hujan yang membawa berkah, kesejukan, dan manfaat segera turun untuk kemaslahatan bersama.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar