Dihadiri Wali Kota dan Forkopimda, Kakanwil Ditjenpas Sulsel Luncurkan Proyek Perubahan Lapas Parepare Berbasis Smart Farming dan Ketahanan Pangan
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Kam, 1 Okt 2026
- visibility 65
- comment 0 komentar

PAREPARE – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Hernowo Sugiastanto, secara resmi meluncurkan proyek perubahan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare pada Rabu, 1 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Lapas Kelas IIA Parepare ini turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Parepare, jajaran Kanwil Ditjenpas Sulsel, dan stakeholder terkait.
Proyek perubahan yang diluncurkan mengusung judul *“Transformasi Pembinaan Kemandirian WBP melalui Ekosistem Ketahanan Pangan Cerdas Berkelanjutan di Lapas Kelas IIA Parepare.” Inovasi ini merupakan upaya strategis pengembangan program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern yang berorientasi pada ketahanan pangan berkelanjutan, produktif, dan bernilai ekonomis.
Dalam kegiatan tersebut, Kakanwil Ditjenpas Sulsel, Hernowo Sugiastanto, secara langsung meresmikan proyek perubahan yang digagas oleh Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, http://Bc.IP., S.H., M.H., sebagai bagian dari aksi perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya mendorong inovasi pembinaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta memiliki manfaat nyata, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi ketahanan pangan daerah.
Usai prosesi peresmian, Kakanwil Ditjenpas Sulsel bersama Wali Kota Parepare dan jajaran Forkopimda meninjau langsung sejumlah fasilitas pendukung proyek perubahan. Peninjauan tersebut meliputi greenhouse budidaya hidroponik, kebun ketahanan pangan, serta sarana pembinaan kemandirian lainnya yang telah dikembangkan secara mandiri di lingkungan Lapas Parepare.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat secara langsung penerapan sistem smart farming yang digunakan dalam pengelolaan area budidaya, mulai dari sistem irigasi otomatis, monitoring nutrisi dan kelembaban berbasis teknologi, hingga tata kelola panen yang terencana. Pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari inovasi untuk mendukung pengelolaan pertanian yang lebih modern, efisien, presisi, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas sarana praktik keterampilan bagi warga binaan.
Melalui proyek perubahan ini, Lapas Parepare mengembangkan pendekatan pembinaan kemandirian yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan konvensional, tetapi juga pada penguasaan teknologi pertanian masa depan dan penguatan ekosistem ketahanan pangan. Kehadiran Wali Kota Parepare dan unsur Forkopimda dalam kegiatan tersebut turut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, dan dukungan lintas sektor dalam mendukung pengembangan program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
Kakanwil Ditjenpas Sulsel, Hernowo Sugiastanto, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan Lapas Parepare. Menurutnya, proyek perubahan ini merupakan contoh nyata transformasi pembinaan yang relevan dengan kebutuhan zaman dan mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan nasional.
Peluncuran proyek perubahan ini menjadi langkah maju pengembangan inovasi pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Parepare. Dengan mengintegrasikan budidaya hidroponik, kebun ketahanan pangan, dan sistem smart farming, Lapas Parepare berupaya mewujudkan pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat “Bergerak Prima, Pelayanan Luar Biasa” dan mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar