Viral Tawuran Geng Motor di Veteran – Sungai Saddang Makassar Minggu Subuh, Gempak HAM Desak Kapolsek Makassar dan Kanit Reskrim Dicopot
- account_circle Sorotan Rakyat
- calendar_month Ming, 4 Okt 2026
- visibility 71
- comment 0 komentar

MAKASSAR – Aksi tawuran yang melibatkan sekelompok pemuda dan diduga geng motor kembali terjadi di kawasan pertigaan Jalan Veteran – Sungai Saddang, Kota Makassar, pada Minggu (04/10/2026) pagi.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.20 WITA, saat kondisi jalan mulai dipadati kendaraan yang melintas. Aksi tersebut terekam jelas kamera pemantau lalu lintas ATCC Dinas Kominfo Kota Makassar.
Dalam rekaman kamera pemantau tersebut, terlihat sejumlah pengendara sepeda motor berada di tengah persimpangan. Beberapa di antaranya tampak bergerak secara berkelompok, saling kejar, sementara situasi lalu lintas di lokasi terlihat sempat terganggu dan membahayakan pengguna jalan lain. Bahkan dalam video tersebut terlihat salah satu pengendara terjatuh di tengah jalan.
Aksi tersebut diduga melibatkan kelompok geng motor dengan sejumlah pemuda. Namun, motif maupun pemicu terjadinya keributan belum diketahui secara pasti.
Maraknya aksi penyerangan dan tawuran yang terjadi di wilayah hukum (wilkum) Polsek Makassar, termasuk kejadian di Jalan Sungai Saddang tersebut, mendapat sorotan keras dari Ketua Gerakan Masyarakat Anti Korupsi dan Hak Asasi Manusia (Gempak HAM), Emil Salim.
Emil Salim menilai rentetan kejadian tersebut menunjukkan lemahnya fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Makassar, Polrestabes Makassar.
“Maraknya aksi penyerangan dan tawuran geng motor di wilayah hukum Polsek Makassar, termasuk di kawasan Sungai Saddang Minggu subuh kemarin, menjadi bukti bahwa Kapolsek Makassar dan Kanit Reskrim gagal menjaga kamtibmas. Jika tidak mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat, lebih baik Kapolsek dan Kanit Reskrim dicopot dan diganti dengan yang lebih tegas dan profesional,” ujar Emil Salim, kepada awak media, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, aparat kepolisian harus mampu meningkatkan langkah pencegahan, deteksi dini, patroli rutin pada jam rawan subuh dan malam hari, serta kecepatan penanganan terhadap setiap laporan gangguan kamtibmas.
“Jangan hanya penanganan setelah kejadian. Fungsi Reskrim harus jalan. Patroli preventif dan preemtif harus diperkuat, terutama di titik rawan seperti Jalan Sungai Saddang, Jalan Veteran, dan Ratulangi. Masyarakat butuh kepastian hukum, bukan pembiaran,” tegasnya.
Ia berharap Kapolrestabes Makassar segera melakukan evaluasi total terhadap jajaran Polsek Makassar, mulai dari Kapolsek hingga Kanit Reskrim, agar ke depan situasi lebih kondusif, aman, dan terkendali.
- Penulis: Sorotan Rakyat

Saat ini belum ada komentar